image

Tim Satelit TJM Tinggalkan Yamaha

Text : Suhartono | Photo / Video : YRI | Editor: Andi Wahyudi | 24 January 2019

SPORTKU.COM

Yamaha Racing Indonesia (YRI) diprediksi akan semakin kehilangan tajinya di ajang balap Asia Road Racing Championship (ARRC).

Tim Yamaha Racing Indonesia (YRI) tampil kurang greget di ARRC 2018 lalu. Dari dua kelas yang diikuti, yakni Underbone 150cc (UB150) dan Asia Production 250cc (AP250), pabrikan berlambang Garpu Tala ini tak mampu mencapai target.

Para pebalap Yamaha Indonesia terbilang melempem sepanjang musim ARRC 2018. Contohnya di Kelas UB150, Wahyu Aji Trilaksana yang mengandalkan Yamaha MX King hanya bisa mengakhiri balapan di posisi 8 klasemen akhir. Sedangkan di Kelas AP250, dua pebalap andalan mereka, Faerozi dan Richard Taroreh masing-masing hanya finish ke-14 dan 15.

Yang menarik, khususnya di Kelas AP250, pebalap satelit Yamaha Yamalube KYT TJM WR Super Battery, Rafid Topan Sucipto justru bisa memberikan hasil yang lebih baik. Mantan pebalap Moto2 ini menduduki urutan 3 klasemen akhir. Anggi Setiawan, rekan setim Topan bertengger di peringkat 10.

Topan yang berada di bawah naungan Rudi Wijaya selaku bos Tunggal Jaya Moto (TJM) memberikan 4 podium juara untuk Yamaha Indonesia. Pebalap asal DKI Jakarta itu juga tercatat dua kali menangi balapan. Sehingga mampu kemas 151 poin atau hanya tertinggal 7 poin dari Anupab Sarmoon sebagai runner up.

Akan tetapi, kabar mengejutkan datang dari Rudi Wijaya. TJM mengundurkan diri dari Yamaha. Saat dihubungi langsung oleh SPORTKU, Rudi Wijaya mengatakan jika tak ada kesepakatan saat berlangsung negosiasi antara Yamaha dengan TJM.

Baca Juga
Resmi, IRC Mundur dari Kejurnas Motoprix 2019

"Saya dikasih penawaran budget untuk dua pebalap, Topan dan Anggi. Tapi budget dari Yamaha gak cukup, mereka hanya naik 15 persen dari penawaran musim lalu. Saya bilang kalau hanya dengan satu pebalap saja gak apa-apa, nomboknya gak terlalu berat," ujar pria yang akrab disapa Rudi TJM.

Namun opsi yang diberikan oleh Rudi TJM tak disetujui oleh Yamaha. Sehingga tak terjadi kesepakatan untuk kontrak baru di ARRC 2019. Kondisi tersebut pun membuat Rudi TJM memilih mundur sebagai tim satelit Yamaha untuk musim ini.

Disebutkan Rudi TJM, untuk musim 2018 lalu saja budget yang didapatkan dari Yamaha kecil, karena buruknya prestasi di tahun 2017. "Musim lalu Yamaha bantu sekitar 50 persen dari total budget. Mereka bantu biaya angkut box, sparepart dan unit motor. Kontrak Topan kita yang bayar, kalau Anggi dari Yamaha," lanjut Rudi TJM. Biaya balap di ARRC 2018 lalu diperkirakan mencapai Rp1,5 miliar.

Ditelaah lebih jauh, Rudi TJM hingga kini masih belum ada pilihan untuk berlabuh ke pabrikan mana. Meski ada pilihan ke Honda. Namun yang pasti, Rudi TJM masih akan terus berkiprah di kancah balap nasional.

"Opsi ke Honda belum tahu. Nanti fokus saja ke balap nasional, tapi mau pakai motor apa juga belum kepikiran. Untuk pebalapnya juga belum tentu Topan maupun Anggi. Jadi sama Yamaha memang gak ada jalan lain. Kalau memang gak sepakat yang kita tidak melanjutkan kerjasama," tutup Rudi TJM.

Tim satelit Yamaha, TJM tampil lebih baik di ARRC 2018

tim-satelit-tjm-tinggalkan-453267f09551252.JPG

Baca Juga
Yayasan Marco Simoncelli Untuk Penyandang Disabilitas Resmi Dibuka (Video)
5 Pebalap Wanita MotoGP

Text : Suhartono | Photo / Video : YRI | Editor: Andi Wahyudi | 24 January 2019

  • facebook share
  • twitter share
  • instagram connect
  • youtube connect

RELATED NEWS

QUICK NAVIGATION

Tagline

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Mahaka Media

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company