image

Inilah Alasan Barcelona Rekrut Kevin-Prince Boateng

Text : Handy Fernandy | Photo / Video : The National | Editor: Andi Wahyudi | 25 January 2019

SPORTKU.COM

Inilah alasan Barcelona justru lebih memilih merekrut Kevin-Prince Boateng ketimbang Alvaro Morata atau Cristian Stuani.

Kejutan terjadi di bursa transfer musim dingin Januari 2019 kali ini di mana raksasa LaLiga, Barcelona mengumumkan bahwa mereka berhasil berhasil mendaratkan Kevin-Prince Boateng dari Sassuolo. Pemain berkebangsaan Ghana itu direkrut dengan status pinjaman sampai akhir musim 2018/2019.

Meski berstatus sebagai pinjaman, Barcelona sendiri bisa mempermanenkan status Boateng bila mereka mau mengeluarkan biaya sebesar 8 juta euro atau sekitar Rp129 miliar di akhir musim nanti sesuai dengan klausul perjanjian kepada klub asal Italia tersebut.

Kedatangan Boateng ke Barcelona sendiri disinyalir sebagai upaya klub dalam mengantikan perang Munir El Haddadi yang di bursa transfer kali ini memilih pindah ke Sevilla. Diharapkan mantan pemain AC Milan itu bisa membantu menambah opsi juru gedor Blaugrana yang sejauh ini hanya mengandalkan duet Lionel Messi dan Luis Suarez.

Barcelona sendiri sejatinya sudah berinvestasi dengan mengeluarkan uang sebesar 202 juta euro atau sekitar Rp3,3 triliun untuk mendatangkan Philippe Coutinho dan Malcom di tahun 2018 lalu. Sayang, keduanya belum bisa tampil seperti yang diharapkan oleh Blaugrana.

Begitupun dengan Ousmane Dembele yang meski cukup tajam, namun pemain berkebangsaan Prancis ini kerap cedera sehingga sering absen memperkuat Barcelona.

Munculnya Boateng tentu menjadi sebuah kejutan. Sebab pada awalnya, nama penyerang Chelsea, Alvaro Morata dan striker milik Girona, Cristhian Stuani yang digadang-gadang bakal didatangkan oleh klub berjuluk Blaugrana tersebut.

Pada akhirnya Boateng menjadi pilihan lantaran dirinya opsi terbaik dibandingkan dengan Morata ataupun Stuani.

Morata misalnya, sudah dari jauh hari dirinya menyatakan siap pindah dari Chelsea. Alasannya sederhana. Insting golnya yang kian hari semakin menghilang membuat dirinya harus menjadi penunggu bangku cadangan—hal yang tidak disukai oleh mantan punggawa Real Madrid tersebut.

Baca juga
Pembuktian Simon McMenemy

Kevin-Prince Boateng (Barca Blaugranes)
kevin-prince-boateng-the-national--18917054e8fdebc.jpg

Barcelona sendiri bila merekut Morata pun akan tetap memposisikan pemain asal Spanyol itu sebagai pelapis dan tentu saja Boateng menjadi opsi yang masuk akal mengingat dirinya tidak akan masalah bila hanya sebagai backup dari Suarez ataupun Messi.

Selain itu bayaran Boateng jauh lebih kecil dari Morata. Dengan peran yang sama di klub membuat Barcelona pun secara realistis akan memilih Boateng yang jauh lebih murah.

Sementara Stuani sendiri sebenarnya bisa saja direkrut oleh Barcelona. Apalagi statistik pemain andalan Girona itu tengah bagus di LaLiga, yakni berhasil mencetak 12 gol dari 17 pertandingan sehingga masuk dalam daftar calon top skor di kompetisi tertinggi sepakbola Spanyol tersebut.

Namun Girona selaku pemilik Stuani hanya mau melepas pemain bintangnya itu jika Barcelona mau membayar biaya transfer sebesar 15 juta euro atau sekitar Rp239 miliar. Biaya tersebut memang tidak besar, namun mereka lebih memilih untuk rekrut Boateng yang mana klub yang berkandang di Camp Nou itu hanya dengan membayar 2 juta euro atau sekitar Rp32 miliar saja kepada Sassuolo.

Meski murah, Boateng yang merupakan rekrutan kedua Barcelona di bursa transfer musim dingin kali ini setelah sebelumnya mereka terlebih dahulu merekrut Jeison Murillo dari Valencia dengan status sebagai pemain pinjaman itu tidak murahan.

Penampilan Boateng bersama Sassuolo di musim ini cukup baik. Boateng mampu mencetak lima gol dan dua assist dalam 15 pertandingan di semua kompetisi yang diikuti oleh klub kontestan Serie A italia tersebut.

Meski berposisi natural sebagai gelandang serang alias tipikal pemain nomor 10, namun dirinya juga bisa bermain sebagai pemain nomor 9 bahkan dianggap memiliki karakter setipe Luis Suarez.

Selain itu alasan terakhir mengapa Barcelona pada akhirnya memilih Boateng adalah karena dirinya dianggap memiliki pengalaman, punya pengaruh di lapangan dan cepat beradaptasi bagi tim yang dibelanya. Sebab pemain yang dididik oleh akademi Schalke itu sudah membuktikan sejak jauh-jauh hari.

Boateng pernah bermain di Inggris bersama Tottenham Hotspur dan Portsmouth. Di Italia selain Sassuolo ia juga terlebih dahulu dikenal sebagai pemain bintang di AC Milan.

Dan LaLiga sendiri bukanlah kompetisi yang asing bagi Boateng. Sebab, dirinya pernah membela Las Palmas di musim 2016/2017 lalu.

Kalau pun pada akhirnya Boateng tak mampu menunjukan kapasitasnya di Barcelona, tidak akan menjadi sebuah kerugian besar bagi klub tersebut. Toh, mereka bisa memulangkan kembali dirinya di akhir musim nanti.

  • DATA & FAKTA :
  • Kevin-Prince Baoteng boleh berbangga dengan kepindahannya ke Barcelona lantaran ia menjadi pemain pertama asal Ghana yang bermain di klub asal Spanyol tersebut.
  • Kevin-Prince Boateng ternyata menguasai empat bahasa yakni Inggris, Jerman, Italia, dan Turki dengan lancar. Ia bahkan mengaku tengah mempelajari bahasa bahasa Prancis dan Arab.

Baca juga
Debby Susanto Juga Pensiun Usai Indonesia Masters 2019

Text : Handy Fernandy | Photo / Video : The National | Editor: Andi Wahyudi | 25 January 2019

  • facebook share
  • twitter share
  • instagram connect
  • youtube connect

RELATED NEWS

QUICK NAVIGATION

Tagline

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Mahaka Media

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company