image Bikers harus tahu kapan waktunya ganti ban Progresif TWI pada ban FDR akan mempermudah untuk mengetahui kapan waktunya ganti ban

Mengenal Indikator Keausan Ban FDR

Text : Suhartono | Photo / Video : Suhartono | Editor: Andi Wahyudi | 25 January 2019

uploads/news/2019/01/mengenal-indikator-keausan-ban-214362875e9d49b.jpg

Mengenal Indikator Keausan Ban FDR

progresif-twi-fdr-lahir-61045d520524f74
progresif-twi-fdr-lahir-67393ab56d4b00a
SPORTKU.COM

Tekanan ban, kondisi jalan, dan jarak tempuh serta gaya berkendara berperan dalam merusak tapak ban.

Padahal tapak ban sangatlah penting untuk memberikan daya cengkram di jalan. Bayangkan jika Anda berkendara dengan kondisi ban aus atau gundul. Pasti akan sangat berbahaya. Terlebih lagi dalam kondisi hujan yang menambah jalanan semakin licin.

Untuk itu, dibutuhkan kejelian mengenai kapan waktunya harus ganti ban. Dalam hal ini, PT Suryaraya Rubberindo Industries (SRI), produsen ban FDR memberikan kemudahan bagi para bikers. FDR menawarkan fitur Progresif TWI (Tyre Wear Indicator).

Dengan adanya TWI, makan akan memudahkan para bikers untuk mengetahui tingkat keausan ban. Sehingga usia pakai ban tersebut bisa diperhitungkan. Tidak sulit menemukan indikator TWI pada ban FDR. Biasanya ditandai dengan lambang segitiga atau huruf TWI. Lambang ini tersebar di beberapa titik di ban FDR.

"Jadi yang ngenalin pertama kali memang kita, FDR. Kita ngenalin pertama kali di Genzi Pro sekitar tahun 2016. Namanya progresif TWI, dan produk-produk yang selanjutnya pakai itu terus. Boleh dibilang identik ban FDR juga dengan TWI itu," ungkap M. Jimmy Handoyo, Technical Service & Development Dept. Head FDR.

Dengan adanya TWI, memang akan memberikan kemudahan bagi para bikers mengenai kapan waktunya harus ganti ban. Sederhananya, TWI bisa sebagai pemberi sinyal ketika ban sudah botak atau gundul dan harus diganti dengan yang baru.

Baca Juga
Akankah Ducati Semakin Sulit Kalahkan Honda?

Progresif TWI memiliki tiga tiga lubang atau tiga indikator. Jika semua tanda lubang atau indikator tersebut habis, maka saatnya ban diganti. Atau jika tapak ban sudah rata dengan batas indikator, tandanya tapak ban tersebut sudah mencapai batas minimum ketebalan.

Indikator TWI kini terus dilakukan penyempurnaan. Jika dulu hanya berupa lambang segitiga atau huruf TWI, maka kini juga sudah ada simbol atau tulisan 25 persen, 50 persen, dan 75 persen. Hal tersebut akan semakin mempermudah bikers untuk membaca indikator TWI.

"Indikator tersebut jika di tanda 25 persen, artinya ban yang sudah terpakai mencapai 25 persen dan masih ada sisa ban kira-kira 75 persen ban. Indikator TWI yang model lama (dengan tonjolan TWI) masih ada dan kini lebih kita sempurnakan dengan Progresif TWI," sambung Jimmy.

Menurut Jimmy, ide awal lahirnya TWI berasal dari ban slick (balap). "Di ban slick itu sebenarnya tanpa disadari TWI itu ada, kalau di ban slick tandanya bolong-bolong. Nah dari situ kita berpikir kenapa gak kita buat di ban harian," tutup Jimmy.

Baca Juga
MXGP 2019 Mendarat di Cina
Dorna Pensiunkan Nomor Balap 69 Milik Hayden

Text : Suhartono | Photo / Video : Suhartono | Editor: Andi Wahyudi | 25 January 2019

  • facebook share
  • twitter share
  • instagram connect
  • youtube connect

RELATED NEWS

QUICK NAVIGATION

Tagline

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Mahaka Media

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company