image

Fredi Rostiawan Bertaruh Strategi di Seri Pertama Eshark Rok 2019

Text : Harsya Fikmazi | Photo / Video : Muhamad Dahroji | Editor: Andi Wahyudi | 29 January 2019

uploads/news/2019/01/pertaruhan-strategi-fredi-rostiawan-8973404f2ded439.jpg

Pertaruhan Strategi Fredi Rostiawan

eshark-rok-2019-917170f4ef52b40
eshark-rok-2019-484532d800ac362
eshark-rok-2019-43459fc34545e32
eshark-rok-2019-209450b8fe8245f
SPORTKU.COM

Seri pertama Kejurnas Eshark Rok Cup yang berlangsung akhir pekan kemarin (27/1) menjadi arena pertaruhan strategi untuk seorang Fredi Rostiawan.

Curah hujan yang turun akhir pekan kemarin di Sirkuit Karting Sentul, membuat pegokart yang turun dalam seri pertama Eshark Rok Cup 2019 memutar strateginya. Hal ini dikarenakan permukaan aspal Sirkuit Karting Sentul, mengalami perubahan beberapa kali dari yang semula kering kemudian menjadi basah, dan begitu pula sebaliknya. Akibatnya, mekanik pun sedikit 'meraba' settingan yang diberikan untuk setiap mobil gokart.

Hal ini pula yang dialami oleh Fredi Rostiawan, pegokart senior yang turun di kelas Expert. Baginya, cuaca di Sirkuit Karting Sentul dari pagi hingga sore hari, membuat beberapa mekanik dilema untuk menentukan settingan mobil.

"Akibat cuaca yang tidak menentu dari pagi hari sejak dimulainya warm up pada pukul 08:15 sampai sore hari, mengakibatkan para pebalap dan mekanik dilanda kebingungan dan banyak berspekulasi dalam penerapan ban dan settingan gokart. Itu dialami oleh hampir seluruh peserta termasuk saya dan Azis Mahfud. Saya pada saat QTT menggunakan ban basah, dan sesaat menjelang Race Heat saat gokart sudah berada di Posisi Dummy Grid, aspal sentul tiba-tiba agak kering, banyak pebalap yang melakukan penggantian ban kering. Namun saya dan Azis sdh tidak cukup waktu menjelang rolling start," jelas Fredi.

Baca Juga :
Hasil Lengkap Eshark Rok Putaran Pertama 2019 

Dengan kondisi seperti itu, akhirnya Fredi bersama tim mekanik memutuskan untuk meramu settingan baru. Jadi mekanik Fredi Rostiawan memberikan settingan mobil dengan 50 persen settingan basah dan 50 persen settingan kering. Rupanya kondisi tersebut tidak berjalan lancar, justru Fredi beberapa kali 'ngedrift' ketika masuk tikungan pertama dan tikungan ke-12 saat balapan berlangsung.

Ketika babak final, curah hujan pun kembali turun sehingga membuat pria yang juga aktif di dunia slalom ini sedikit kewalahan. Pasalnya, Fredi sudah tidak memiliki lagi ban basah. Karena berdasarkan ketentuan dari panitia, mereka hanya menyediakan satu set ban kering dan satu set ban basah. Dengan kondisi tersebut, ia kembali berjibaku dengan kondisi ban yang seadanya.

"Di final hujan kembali mengguyur, namun saya sudah tidak ada stok ban hujan lagi karena sudah terpakai hingga Habis. Otomatis saya start menggunakan ban hujan yang bagian depannya sudah habis sama sekali dan ban belakang masih sekitar 40 persen. Begitu start, saya langsung mengambil alih tiga pebalap di depan, dan setelah satu lap saya kembali mengovertake dua pebalap," pungkasnya.

Baca Juga :
28 Pebalap Wanita Terpilih W-Series

 

Text : Harsya Fikmazi | Photo / Video : Muhamad Dahroji | Editor: Andi Wahyudi | 29 January 2019

  • facebook share
  • twitter share
  • instagram connect
  • youtube connect

RELATED NEWS

5 Fakta Baru di TTI

5 Fakta Baru di TTI

CIRCUIT
Safety Car McLaren British GT

Safety Car McLaren British GT

SPORTCAR
Bridgestone Tetap Eksis di Motorsport

Bridgestone Tetap Eksis di Motorsport

CIRCUIT
Mobil Balap Baru Toyota

Mobil Balap Baru Toyota

SPORTCAR

QUICK NAVIGATION

Tagline

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Mahaka Media

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company