image Akram Afif (FOX Sports Asia) Almoez Ali (FIFA)

Qatar Tim Multietnis di Piala Asia 2019

Text : Handy Fernandy | Photo / Video : Berbagai Sumber | Editor: Andi Wahyudi | 1 February 2019

uploads/news/2019/02/qatar-tim-multietnis-di-41685a093d08dad.jpg

Qatar Tim Multietnis di AFC

timnas-qatar-valdosta-daily-2287450d9eed8cc
timnas-qatar-valdosta-daily-92643a2728b5d2d
SPORTKU.COM

Dengan menggunakan pemain yang terdiri dari berbagai macam etnis, Qatar menjelma sebagai tim yang menakutkan.

Kejutan terjadi di ajang Piala Asia 2019 kali ini di mana Timnas Qatar secara tak terduga mampu menembus babak final untuk pertama kalinya sejak negara asal teluk itu ikut serta di turnamen tertinggi sepakbola di Asia tersebut.

Qatar sendiri bukanlah tim unggulan di ajang yang digelar di Uni Emirat Arab ini. Bergabung di Grup E bersama dua tim kuat, Arab Saudi dan Korea Utara dan juga Lebanon yang berstatus kuda hitam membuat banyak orang tak memprediksi bahwa tim berjuluk Al-Annabi itu mampu lolos grup dengan catatan yang luar biasa.

Qatar mampu meraih sembilan poin sempurna dari tiga pertandingan. Bahkan mereka mampu pesta gol saat melawan Korea Selatan dengan skor 6-0 dan mengalahkan tim calon juara, Arab Saudi dengan skor 2-0.

Almoez Ali keluar sebagai pemain paling mematikan di babak grup dengan mencetak tujuh dari tiga penampilan atau 70 persen dari total gol yang dicetak oleh Timnas Qatar. Total Ali mampu membukukan delapan gol dengan satu gol lainnya diciptakan ketika mereka mengalahkan tuan rumah dengan skor 4-0 di babak semifinal.

Dengan demikian, Ali menjadi manusia pertama semenjak Ali Daei yang mampu mencetak delapan gol sepanjang turnamen di mana legenda asal Iran itu menciptakan rekor tersebut pada ajang Piala Asia 1996 silam.

Bahkan Ali kemungkinan besar bisa menciptakan rekor baru bila dirinya bisa mencetak gol ke gawang Jepang di laga final yang berlangsung hari ini, Jumat (1/2).

Total sampai masuk pertandingan final. Qatar sudah mengoleksi 16 gol atau menjadi tim yang paling subur di turnamen ini. Tak hanya itu, gawang mereka pun hingga babak semifinal masih perawan alias belum kebobolan satu gol pun.

Penampilan luar biasa yang ditunjukan oleh Qatar pun sungguh menarik. Di antaranya banyak faktor kesuksesan mereka memainkan sepakbola yang luar biasa di sepanjang turnamen ada satu hal yang membuat negara ini dianggap berbeda dari kontestan lainnya.

Baca juga
Carolina Marin Absen Enam Bulan

Almoez Ali, top skor Timnas Qatar merupakan keturunan Sudan (FIFA)
timnas-qatar-valdosta-daily-92643a2728b5d2d.jpg

Qatar nampaknya meniru cara Timnas Prancis yang menjuarai Piala Dunia 2018 dengan bermodalkan pemain multientis di mana banyak punggawa mereka merupakan imigran yang berasal dari Mesir, Sudan, Yaman dan Irak. Selain itu juga ada pemain yang berasal dari Portugal dan Aljazair. Total 13 pemain dari 23 pemain Timnas Qatar merupakan pemain naturalisasi. 

Dari Yaman terdapat pasangan Ali Afif dan Akram Afif, dua kakak-beradik ini berasal dari ibu seorang Yaman dan ayahnya berdarah Yaman meski lahir di Tanzania. Uniknya ayah kedua pemain, Hassan Afif Al Yafei justru membela Timnas Somalia.

Duo Afif itu bisa membela Timnas Qatar karena mereka lahir di Doha, Qatar. Selain itu sejak awal keduanya merintis karir sepakbola di Qatar.

Meski demikian, sang adik, Akram memiliki karir yang lebih cemerlang ketimbang kakaknya, Ali di mana dirinya pernah bermain bersama Eupen, Sevilla, Villareal, Sporting Gijon di Eropa. Bahkan, Akram kini tercatat sebagai pemain paling banyak memberikan assist dengan total delapan assit.

Kemudian, top skor Qatar dan Piala Asia 2019 untuk sementara, Almoez Ali juga bukan orang asli Qatar. Kedua orang tuanya merupakan imigran dari Sudan. Selain Ali terdapat pemain keturunan Sudan lainnya seperti Abdelkarim Hassan, Abdulaziz Hatem, Hamid Ismail, dan Assim Madibo. Namun Ali satu-satunya yang lahir di Qatar.

Kemudian Qatar juga memiliki pemain berdarah Mesir dari Ahmed Fatehi dan Ahmed Alaaeldin. Keduanya merupakan pemain yang sudah lama bermain di Liga Qatar.

Lalu ada pemain seperti Bassam Al Rawi yang merupakan pemain berdarah Irak dan ayahnya, Hisham Ali Al-Rawi pernah membela Timnas Irak. Namun dirinya memilih membela Qatar sejak Timnas Qatar U-19.

Dua pemain asal Aljazair, Boualem Khoukhi dan Karim Boudiaf juga memilih membela Timnas Qatar. Bila Khoukhi merupakan pemain asli Aljazair yang kemudian bermain di Liga Qatar dan dinaturalisasi. Sementara, Boudiaf merupakan pemain keturunan Maroko-Aljazair yang lahir di Prancis dan sempat membela Timnas Aljazair U-23 sebelum memilih membela Timnas Qatar di level senior sejak 2013.

Terakhir, pemain yang dinaturalisasi Qatar adalah Pedro Miguel Carvalho. Pemain yang dikenal dengan nama Ro-Ro itu merupakan pemain asli Portugal yang dinaturalisasi sejak tahun 2016 setelah bermain lebih dari lima tahun di negara tersebut.

Bila mereka berhasil menjuarai turnamen tentu akan mengulangi kisah kesuksesan Prancis menjadi juara Piala Dunia dan Piala Eropa yang banyak menggunakan pemain tanpa memandang dari mana mereka berasal.

Baca juga
Latihan Pertama Tanpa Butet

Text : Handy Fernandy | Photo / Video : Berbagai Sumber | Editor: Andi Wahyudi | 1 February 2019

  • facebook share
  • twitter share
  • instagram connect
  • youtube connect

RELATED NEWS

QUICK NAVIGATION

Tagline

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Mahaka Media

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company