image Cristiano Ronaldo Tes Medis (Youtube)

Mengenal Tes Medis di Dunia Sepakbola

Text : Handy Fernandy | Photo / Video : The Independent | Editor: Andi Wahyudi | 2 February 2019

uploads/news/2019/02/mengenal-tes-medis-sepakbola-993949c25b4b51a.jpg

Mengenal Tes Medis Sepakbola

cristiano-ronaldo-tes-medis-997107ebbb0dc2b
SPORTKU.COM

Tes medis menjadi hal yang wajib dilakukan saat proses perekrutan pemain. Seberapa pentingkah kegiatan ini?

Musnah sudah impian Newcastle United untuk mendatangkan Jordan Lukaku dari Lazio. Transfer adik dari penyerang Manchester United, Romelu Lukaku itu gagal terwujud setelah pihak klub menyatakan bahwa sang pemain gagal melewati tes medis.

“Newcastle United mengkonfirmasi bahwa Jordan Lukaku tidak akan bergabung dengan klub,” bunyi pernyataan Newcastle di situs resmi mereka.

“Pemain asal Belgia tersebut berada di Tyneside pada Jumat setelah diijinkan oleh klubnya saat ini, SS Lazio, dan sekarang sudah diputuskan kesepakatan peminjaman batal dilakukan dan sang pemain akan kembali ke Roma, kami berharap yang terbaik untuk Jordan,” sambung pernyataan tersebut.

Usut punya usut kegagalan Jordan untuk bermain di Inggris terganjal lantaran masalah fisiknya yang dianggap bermasalah dengan kebugaran. Tak heran, pemain berkebangsaan Belgia itu tercatat harus menepi kurang lebih selama 80 hari lantaran cedera ligamen.

Sementara itu di sisi lain, hasil tes medis juga mengambarkan bagaimana kondisi fisik Cristiano Ronaldo yang meski usianya kini sudah mencapai angka 33 tahun, namun dirinya masih memiliki fisik layaknya orang berusia 20 tahun.

Tak heran, Ronaldo pun dengan mudah lolos tes medis di Juventus dan sebagaimana diketahui bersama, ia langsung menjelma sebagai pemain yang paling diandalkan oleh klub yang merupakan juara bertahan Serie A tersebut.

Dengan dua contoh di atas bisa disimpulkan bahwa tes medis adalah sebuah syarat untuk meloloskan pemain. Namun apakah sesederhana itu?

Dave Fevre, pria yang pernah bekerja sebagai petugas medis Manchester United, Blackburn dan anggota Asosiasi Medis Sepak Bola Inggris menyatakan bahwa tes medis itu layaknya seperti membeli mobil bekas yang harus diperiksa terlebih dahulu sebelum membeli.

“Anda dapat mengambil risiko tidak masalah berdasarkan apa yang Anda lihat, atau jika Anda bijaksana, Anda akan berinvestasi setelah melakukan pemeriksaan dari para ahli. Ketika Anda melihat jumlah uang yang dibayarkan untuk pemain, sungguh bermanfaat bagi klub untuk memastikan sejauh mungkin dari kemampuan Anda bahwa apa yang Anda peroleh dalam keadaan baik," ujar Fevre seperti dikutip dari Four-four Two.

Baca juga
Suarez Dukung Perpanjangan Kontrak Valverde

Cristiano Ronaldo jalani tes medis (Youtube)

cristiano-ronaldo-tes-medis-997107ebbb0dc2b.jpg

Favre mengatakan bahwa tak ada standar media dalam perekrutan pemain. Hal tersebut diatur oleh kebijakan masing-masing klub.

“Biasanya seorang pemain yang ditransfer ke klub akan menjalani medis dua hari, meskipun ketika datang untuk mentransfer hari batas waktu, waktu tidak selalu merupakan kemewahan yang Anda mampu. Tetapi dalam kedua kasus tersebut, peran fisioterapis tim, dokter klub, dan tim kebugaran adalah memberikan sebanyak mungkin informasi kepada manajer dan eksekutif klub agar mereka dapat melakukan keputusan final," ungkapnya.

Meski demikian, ada satu hal yang biasanya wajib diterapkan dalam tes medis, yakni cardiovascular yang ditujukan apakah sang pemain memiliki kelainan pada jantung atau tidak.

“Sejak serangan jantung Fabrice Muamba, klub bahkan lebih rajin memeriksa setiap penyimpangan jantung. Pemain hingga usia 24 tahun idealnya akan melakukan pemeriksaan tahunan untuk mendeteksi masalah yang berhubungan dengan jantung,” ungkapnya.

Favre mengatakan bahwa Manchester United adalah contoh bagaimana mereka merekrut pemain dengan sangat memperhatikan detail pemain yang didatangkan mereka dalam tes medis.

“Kami juga mengirim pemain ke dokter gigi untuk pemeriksaan guna mencegah masalah apa pun yang dapat terjadi sepanjang musim, dan efek biokekanik yang dihasilkan oleh masalah tersebut,” imbuh Ravren.

“Rentang pergerakan pemain - yaitu persendian, otot-otot utama, kebugaran, dan kemungkinan titik lemah apa pun - akan dinilai,” sambungnya.

Pria yang memilih untuk menjadi freelance sejak tahun 2017 lalu itu mengatakan bahwa beberapa klub mengidahkan masalah medis ketika mereka merasa bahwa waktu untuk mendatangkan pemain sudah mepet.

“Waktu transfer juga akan memengaruhi banyak hal. Untuk transfer jendela Januari, Anda biasanya melihat pemain yang perlu melakukan ground running - jarang ada klub yang menandatangani pemain dengan cedera, meskipun Arsenal memang memilih untuk melakukannya dengan penandatanganan pinjaman Kim Kallstrom. Ini tidak sering terjadi, tetapi mungkin ada informasi yang relevan yang terlibat dalam kesepakatan bahwa orang-orang di luar klub tidak turut serta,” ujarnya.

  • DATA & FAKTA :
  • Real Madrid pernah menyatakan Lucas Silva mengalami gagal jantung. Hal yang membuat mereka pun tak berniat memainkannya dan dipinjamkan ke Marseille dan Cruzeiro
  • Presiden Real Madrid Florentino Perez mengklaim bahwa mereka pernah melakukan tes medis kepada Neymar dan lolos. Namun sang pemain memilih untuk bermain bagi Barcelona.

Baca juga
Buntut Kasus Keisse

Text : Handy Fernandy | Photo / Video : The Independent | Editor: Andi Wahyudi | 2 February 2019

  • facebook share
  • twitter share
  • instagram connect
  • youtube connect

RELATED NEWS

QUICK NAVIGATION

Tagline

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Mahaka Media

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company