image

Terima Kasih Lindswell, Debby, dan Butet!

Text : Ria Afriliani | Photo / Video : Istimewa | Editor: Andi Wahyudi | 4 February 2019

SPORTKU.COM

Tiga atlet putri Indonesia memutuskan untuk mengakhiri masa baktinya sebagai olahragawati kebanggaan Merah Putih.

Indonesia baru saja kehilangan dua srikandi terbaiknya di cabang olahraga bulu tangkis, Liliyana Natsir dan Debby Susanto, yang memutuskan untuk gantung raket usai turnamen pamungkas Indonesia Masters 2019. Tapi beberapa bulan sebelum keputusan itu benar-benar terjadi, ada Lindswell Kwok yang lebih dulu memutuskan pensiun setelah meraih medali emas di Asian Games 2018.

Kendati tidak akan melanjutkan karier di cabang olahraga yang telah membesarkan namanya, tapi wanita yang dijuluki Ratu Wushu Indonesia ini kabarnya bakal tetap berada di wushu dan menggeluti peran baru sebagai pelatih. "Saya itu sudah terjun ke wushu sejak kecil. Jadi setelah Asian Games saya memutuskan untuk istirahat terlebih dahulu," kata Lindswell seperti yang diberitakan situs resmi Kemenpora.

Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Wushu Indonesia (PBWI), Ngatino juga pernah menyampaikan, bahwa PBWI telah membujuk Lindswell untuk tampil di SEA Games 2019 sebelum pensiun, namun atlet asal Medan itu menolak dan merasa keberatan. Akan tetapi, Lindswell memberikan sinyal bakal tetap berkecimpung di wushu. "Bukan hanya PBWI, tapi seluruh masyarakat Indonesia pasti ingin dia tetap bermain. Tapi secara pribadi, saya tak bisa memaksakan karena itu hak dia," tambah Ngatino.

Selain menggondol medali emas di pesta olahraga Asian Games 2018, Lindswell juga telah mengklaim lima medali serupa dalam kejuaraan dunia lainnya sejak tahun 2009. Di level SEA Games, ia merupakan peraih medali emas sejak 2011 di Jakarta, 2013 Myanmar, 2015 Singapura, dan 2017 Malaysia.

Untuk Debby Susanto, peraih gelar juara All England pada tahun 2016 ini menjelaskan alasan dirinya gantung raket tepat di 17 tahun perjalanannya sebagai pemain bulu tangkis Merah Putih. Hal itu Debby katakan dalam sebuah postingan di akun media sosial Instagramnya.

"Selama 17 tahun lebih dari setengah usia saya, saya habiskan dan isi dengan bulu tangkis dengan membawa nama Susanto dan Indonesia. Dalam perjalanan selama 17 tahun banyak suka duka, perjuangan, keringat, dan air mata. Saat itu saya hanya berfokus pada bulu tangkis bahkan mengesampingkan keluarga dan teman-teman saya."

Debby menyadari bahwa yang terjadi di dunia ini semua ada waktunya. "Sekarang saatnya saya melepaskan genggaman raket yang selalu saya pegang dengan erat, melepaskan pegangan raket yang telah membawa saya pada titik saya saat ini. Sekarang saatnya untuk berpetualangan, dan mengutamakan prioritas dalam hidup saya, yaitu keluarga," lanjutnya.

Baca Juga :
Liliyana Natsir Pamit! Teriakan Thank You Butet Menggema di Istora Senayan

Debby merupakan pemain ganda campuran yang sebelumnya pernah dipasangkan dengan Praveen Jordan. Duet maut tersebut sudah pernah membukukan kemenangan All England pada tahun 2016, medali emas di SEA Games 2013 dan 2015, medali perunggu SEA Games 2011 dan Asian Games 2014, hingga yang paling baru juara Korea Terbuka 2017.

Debby yang pada turnamen terakhirnya dipasangkan dengan Ronald, terpaksa harus mengakhiri karier bulu tangkis usai kalah dari wakil Jerman, Mark Lamsfuss/Isabel Herttrich dengan skor 15-21, 13-21. Debby nampak kecewa pada laga pamungkasnya, karena ia belum berhasil lolos dan meraih juara di Indonesia Masters 2019.

"Kecewa pasti ada, pertandingan terakhir. Dari awal, sebenarnya saya ingin coba menikmati permainan di rumah sendiri. Setiap pemain pasti ingin menang tapi saya juga harus enjoy, membawa Ronald juga jadi enjoy," ujar Debby beberpa waktu lalu.

Selain Lindswell dan Debby, baru-baru ini Indonesia juga harus merelakan seorang Liliyana Natsir untuk pensiun. Atlet yang akrab disapa Butet itu menjadikan turnamen di kandangnya sebagai laga pamungkas dari akhir perjalanan 24 tahun kariernya. Bersama Tontowi Ahmad di ganda campuran, Butet hanya mampu membawa pulang piala runner up setelah kalah dari pemain Cina di babak final Indonesia Masters 2019.

Sebelum dengan Owi, julukan Tontowi Ahmad, Butet juga pernah dipasangkan dengan Markis Kido (Ganda Campuran), Eny Erlangga (Ganda Putri), Nova Widianto (Ganda Campuran), Vita Marissa (Ganda Putri), dan Devin Lahardi Fitriawan (Ganda Campuran). Entah berapa banyak piala yang sudah Butet raih sejak awal kariernya hingga Minggu (27/1) yang lalu. Tapi, sepertinya hanya ada satu gelar yang belum Butet capai, yakni emas Asian Games.

Dengan keputusan dari tiga atletnya tersebut, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi turut menyampaikan ucapan terima kasih dan mengapresiasi langkah yang diambil oleh Lindswell, Debby, dan Butet. "Keputusan mereka harus kita apresiasi, dan perjuangan mereka selama ini sangat membanggakan dan bisa mengharumkan nama bangsa Indonesia di pentas dunia," kata Menpora.

Imam juga sempat mengungkapkan di media sosial terkait mundurnya Butet di panggung bulu tangkis.

Ci Butet yang baik,

Terima kasih untuk semua yang telah kau berikan untuk Indonesia. Terima kasih untuk gelar juara dunia, All-England, hingga yang paling istimewa emas Olimpiade Rio De Janeiro 2016.

Terima kasih ya Ci Butet sudah berjuang sehormat-hormatnya untuk Indonesia.

Indonesia Masters kali ini mungkin jadi turnamen terakhirmu. Namun, semua dedikasimu tak akan pernah kami lupa. Sekali lagi terima kasih untuk segala inspirasinya wahai legenda.

Good luck Lindswell Kwok, Debby Susanto, dan Liliyana Natsir! Terima kasih atas seluruh dedikasi kalian untuk Indonesia.

  • DATA & FAKTA :
  • Lindswell Kwok yang lahir tahun 1991 terjun ke wushu sejak 1999. Spesilisasinya di kategori Taijiquan dan Taijijian. Menikah dengan atlet wushu nasional Achmad Hulaefi.
  • Debby Susanto kelahiran Palembang 1989 memulai debut internasionalnya di World Junior Championship 2006 di Korea Selatan. Tahun 2007 di event yang sama merebut medali perunggu berpasangan dengan Afiat Yuris Wirawan.
  • Liliyana Natsir kelahiran Manado 1985 mengenal bulu tangkis lewat klub bulu tangkis Pisok, Manado. Tiga kali memperkuat timnas Piala Uber (2004, 2008, 2010) dan 6 kali timnas Piala Sudirman (2003, 2005, 2007, 2009, 2011, 2013).

Baca Juga :
Catatan Karier 24 Tahun Liliyana Natsir

Text : Ria Afriliani | Photo / Video : Istimewa | Editor: Andi Wahyudi | 4 February 2019

  • facebook share
  • twitter share
  • instagram connect
  • youtube connect

RELATED NEWS

QUICK NAVIGATION

Tagline

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Mahaka Media

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company