image Wu Lei (China Daily)

Seberapa Pantas Wu Lei bagi Espanyol?

Text : Handy Fernandy | Photo / Video : El Periódico | Editor: Andi Wahyudi | 4 February 2019

uploads/news/2019/02/menakar-wu-lei-bagi-82102ca60d3327a.jpg

Menakar Wu Lei bagi Espanyol

wu-lei-el-peri-dico--4684256c358494d
SPORTKU.COM

Apakah dengan mendatangkan Wu Lei bisa memberikan dampak positif bagi Espanyol?

Espanyol membuat kejutan di bursa transfer musim dingin 2019 kali ini. Klub yang merupakan salah satu rival Barcelona tersebut mendatangkan Wu Lei, pemain berposisi sebagai penyerang berkebangsaan Cina.

Berdasarkan situs Transfermarkt, klub asal Catalan itu mengeluarkan biaya sebesar 1,8 juta euro atau sekitar Rp28 miliar untuk menebus kepemilikian Lei dari klub kontestan Liga Super Cina (CSL), Shanghai SIPG.

Lei sendiri menandatangani kontrak berdurasi selama selama tiga musim di Espanyol dan dirinya pun tercatat sebagai pesepakbola pertama asal Cina yang dikontrak secara permanen dar klub LaLiga Spanyol.

Banyak yang pesimis dengan upaya Espanyol mendatangkan Lei. Kedatangan pesepakbola berusia 27 tahun itu dianggap sebagai kongkalikong. Maklum pemilik klub berjuluk Periquitos itu kini dikuasai oleh Rastar Managerial Group di mana pemiliknya, Chen Yansheng yang juga berasal dari Cina tersebut.

Lei dianggap hanya upaya manajemen Espanyol untuk meraup keuntungan dari pasar China. Meski demikian, pemain yang mendapatkan nomor punggung 24 di klub yang berkandang di Cornella-El Prat itu mengaku bahwa kedatangannya di klub tersebut bukan hanya untuk sekedar lewat saja. Ia ingin membuktikan kualitasnya sebagai pesepakbola asal Negeri Tirai Bambu tersebut.

"Saya ingin menunjukkan kepada penggemar di seluruh dunia ada pemain di China yang bisa bersinar di liga terbaik di dunia," ungkap Lei dalam konferensi pers pengenalan dirinya kepada media dan penggemar klub.

"Datang ke Eropa selalu menjadi keinginan saya, dan hari ini, di usia ini, saya pikir saya memiliki kedewasaan untuk menghadapi tantangan ini,” sambungnya.

Lei sendiri bukanlah pemain sembarangan. Di negaranya, ia memiliki julukan sebagai Maradona dari Cina yang menjadi garansi bahwa pemain hasil didikan Genbao Football Academy itu memang memiliki kemampuan di atas rata-rata pemain lainnya.

Baca juga
Indonesia Kehilangan Tiga Srikandi Terbaik

Lei yang tercatat telah tampil sebanyak 63 kali bersama Timnas Cina dan mampu mencetak 15 gol di laga internasional itu merupakan pesepakbola termuda yang mencatatkan debut sebagai pesepakbola profesional. Saat bermain bagi klubnya, Shanghai SPIG di usia 14 tahun 287 hari pada 2 September 2006 silam.

Sejak saat itu, Lei yang hanya bermain bagi Shanghai SPIG sepanjang karirnya di sepak bola di Cina itu berhasil mencatatkan rekor berupa gelar top skor di kategori pemain lokal dalam enam tahun beruntun sejak dimulai pada tahun 2013 silam.

Padahal di CSL belakangan dihuni penyerang reputasi dunia yang pernah bermain di Eropa macam Cedric Bakambu, Gervinho, Demba Ba, Graziano Pelle, Ezequiel Lavezzi, Carlos Tevez, Alexandre Pato, Hulk, Fredy Guarín, Jackson Martínez, dll

Bahkan di musim 2018, Lei mampu mengungguli torehan Odion Ighalo, rekan setimnya di Shanghai SPIG yang merupakan mantan penyerang Udinese dan Watford untuk menjadi top skor CSL.

Total, Lei mampu hasilkan 120 gol dalam 217 pertandingan bagi Shanghai SPIG dan sebelum pindah, ia pun mampu memberikan tiga gelar, termasuk gelar CSL di akhir musim 2018 lalu.

Minggu, 3 Februari 2019 menjadi hari bersejarah bagi Lei. Ia akhirnya dipercaya untuk debut bersama Espanyol saat tim tersebut ditahan imbang 2-2 melawan Villarreal. Pemain yang awalnya berposisi sebaga winger itu masuk ke lapangan sebagai pemain pengganti di menit ke-78 dengan menggantikan Didac Vila.

Lei pun kini tercatat sebagai pemain asal Cina kedua yang bermain di LaLiga setelah sebelumnya, Zhang Chengdong yang sempat membela Rayo Vallecano pada musim 2015/2016 silam. Dalam laga debutnya tersebut, media kompak menilai permainan dirinya cukup baik meski saat ini ia belum pulih total akibat cedera yang didapatnya di Piala Asia 2019 saat membela Cina beberapa waktu lalu.

Tercatat dalam 15 menit di lapangan, Lei mampu melalukan delapan sentuhan bola, empat umpan dan satu kali dribling bola. Kesimpulannya, ia terlihat aktif, namun masih dalam tahap adaptasi atas perbedaan Liga Cina dengan Spanyol.

Tentu ini menjadi langkah positif bagi Lei untuk bisa mulai menunjukan ketajamannya di laga-laga berikutnya. Apalagi, Espanyol juga masih belum aman di mana posisi mereka kini berada di rangking ke-14 LaLiga dan hanya beda dua poin dari penghuni zona degradasi.

Selain memiliki julukan Maradona dari Cina, ia juga memiliki julukan Wayne Rooney-nya sepakbola Cina.

Wu Lei setidaknya selalu mencetak 14 gol dalam empat musim terakhirnya di Liga Super Cina. 120 gol di Liga Cina pun sekaligus melewati capaian legenda sepakbola Cina, Han Peng yang hanya mampu mencetak 91 gol.

Baca juga
Ini Pola Makan Ideal Menurut Stefer Rahardian

Text : Handy Fernandy | Photo / Video : El Periódico | Editor: Andi Wahyudi | 4 February 2019

  • facebook share
  • twitter share
  • instagram connect
  • youtube connect

RELATED NEWS

QUICK NAVIGATION

Tagline

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Mahaka Media

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company