image

FIA Ingin WRC mobil Listrik, Tim Pabrikan Ingin FIA Berperan Aktif

Text : Harsya Fikmazi | Photo / Video : Red Bull Content Pool | Editor: Andi Wahyudi | 4 February 2019

SPORTKU.COM

Setelah ajang mobil balap Formula E mendulang kesuksesan, FIA juga tengah mempersiapkan sebuah regulasi baru untuk WRC dengan mobil listrik.

Sesuai dengan wacana yang telah dibicarakan, tahun 2022 mendatang, WRC diharapkan sudah menggunakan mobil listrik atau mobil hybrid yang akan bersaing. Melihat keberhasilan Formula E mencuri perhatian penggemar motorsport, maka WRC pun diharapkan bisa mengikuti jejak tersebut. Namun, President FIA, Jean Todt, merasa frustasi dengan stimulus yang lambat di WRC mengenai kemajuan teknologinya.

Ia bisa saja 'memaksa' untuk melakukan pembaruan regulasi untuk WRC, namun ada beberapa hal yang mengganjal, seperti kabar tim pabrikan yang tidak menginginkan hal tersebut terjadi di WRC.

"Saya sendiri, sepenuhnya setuju untuk memperhitungkan evolusi mengemudi untuk reli. Dan jelas sangat frustasi bagi saya untuk tidak melihat bahwa reli telah melibatkan setidaknya beberapa hibridasi dan beberapa teknologi terbaru. Alasannya, saya diberitahu oleh orang-orang yang ada di sana untuk menjalankan bisnis, bahwa produsen tidak menginginkannya. Mereka tidak ingin mengubah peraturan, mereka tidak mau, itu yang selalu menjadi alasannya," ujar Jean Todt.

Baca Juga :
Pasca WRC Monte Carlo, Sebastien Loeb Semakin Percaya Diri 

"Bagi saya, ini sama sekali tidak ada posisi, ketika saya pergi ke pameran motor di Frankfurt, Paris, Cina, Jepang dan Jenewa, saya hanya melihat teknologi baru. Bagi saya, saya sangat frustasi untuk melihat di acara dunia FIA mereka tidak ingin teknologi baru," lanjutnya.

Sementara itu, Yves Matton, FIA Rally Director, justru berkata lain. Menurutnya, penerapan teknologi baru bisa saja diterapkan untuk WRC, namun saat ini, regulasi homologasi lima tahunan, masih akan berlangsung hingga 2021 mendatang, sehingga untuk melakukan hal tersebut pihaknya akan menunggu hingga semua produsen yang ada di dalam WRC merasa siap.

"Kami tahu betul apa kerangka waktu kami, itu akan terjadi pada tahun 2019, ketika kami merilis peraturan dan ini memberi produsen waktu lebih dari cukup," imbuh Yves Matton.

Suara lain muncul dari Kepala Tim M-Sport World Rally Team, Rich Millener. Baginya, boleh saja hal tersebut disahkan untuk regulasi baru nanti, asalkan ada peran yang nyata dari FIA untuk mengintegrasikan antara sistem yang basic sebagai dasar mereka sebagai tim balap.

"Argumen utama tampaknya antara sistem hibrida dengan tenaga rendah dan tenaga tinggi, tetapi bagaimana kita mengintegrasikan sistem tersebut, dan apa yang kita gunakan sebagai basisnya. Akankah ada semacam sistem standar di seluruh mobil? FIA perlu mengambil pandangan itu dan kembali memberi tahu kami apa yang kami lakukan. Kami perlu tahu, misalnya apakah akan ada bagian umum yang dipasok oleh FIA, dan jika demikian, apa yang mereka (FIA) lakukan?" ucap Rich Millener.

Baca Juga :
M-Sport Kepincut dengan Kemampuan Reli Valtteri Bottas

 

Text : Harsya Fikmazi | Photo / Video : Red Bull Content Pool | Editor: Andi Wahyudi | 4 February 2019

  • facebook share
  • twitter share
  • instagram connect
  • youtube connect

RELATED NEWS

QUICK NAVIGATION

Tagline

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Mahaka Media

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company