image

Felipe Massa Ungkap Tekanan Berat Scuderia Ferrari

Text : Ria Afriliani | Photo / Video : Formula 1 | Editor: Andi Wahyudi | 6 February 2019

SPORTKU.COM

Mantan pebalap Ferrari, Felipe Massa percaya bahwa siapapun pebalap yang menghuni kediaman Maranello akan mendapat tekanan untuk menang.

Felipe Massa sebelumnya merupakan seorang pebalap F1 era 2002 hingga 2017. Belasan tahun berkarier di balapan Grand Prix, Massa juga pernah bekerja untuk tim kuda jingkrak selama delapan tahun dan menghasilkan 11 kemenangan dan satu kali runner up di kejuaraan dunia tahun 2008, maka tidak heran jika Massa bisa merasakan tekanan yang menimpa pebalap seperti Sebastian Vettel.

Massa dulu juga pernah mengatakan bahwa mantan timnya itu kerap kesulitan untuk mengatasi tekanan. Ferrari sebenarnya mampu mengimbangi Mercedes untuk kejuaraan musim 2018, tapi serangkaian kesalahan dari Vettel dan juga dari sisi tim telah membuat Ferrari menyerahkan gelar konstruktor tahun 2018 ke tangan Mercedes.

Ferrari terakhir kali meraih gelar juara dunia untuk tim sekitar tahun 2008, dan setelah itu mereka mulai mendapat sejumlah masalah. "Mungkin ketika saya meninggalkan Ferrari pada 2013, suasananya masih sama seperti sekarang," kata Massa seperti yang diwartakan Motorsport. "Mereka mendapat tekanan karena dituntut untuk menang, dan tekanan itu tidak bisa diatasi."

Akibatnya, menurut Massa, Ferrari kesulitan untuk bekerja secara efektif. "Ferrari kalah di tahun 2018 salah satunya karena kesalahan-kesalahan yang dibuat sebelumnya. Mungkin mereka merasakan tekanan yang lebih besar dibanding Mercedes," tambah pebalap Venturi di kejuaraan Formula E 2018/2019.

Baca Juga :
Rencana Ferrari Usai Pecat Arrivabene

Luciano Burti, mantan pebalap tes Ferrari era 2002-2004 pernah berpendapat, semenjak tim dipandu oleh Maurizio Arrivabene tak berjalan efektif dibandingkan dengan era di awal 2000-an. "Mungkin Ferrari kehilangan gaya kepemimpinan yang dulu biasa ditunjukkan Jean Todt," kata Burti. Ternyata hal serupa juga diserukan oleh Massa beberapa waktu lalu.

"Ada saat di mana Ferrari merasa kurang karena sebelumnya memiliki hasil yang lebih banyak pada masa jabatan Jean Todt. Dia adalah seorang pria yang memiliki kepemimpinan hebat di setiap bidang tim. Dia bisa menempatkan area bekerja bersama dengan yang lain tanpa tekanan. Dan setelah Jean pergi, segalanya terjadi dengan cara yang sangat berbeda. Ferrari sekarang selalu merasa tertekan. Mereka selalu berpikir untuk wajib menang, dan itu adalah masalah!" jelas Massa.

Todt bergabung dengan Ferrari sejak tahun 2004. Ketika itu, ia menyandang dua jabatan sebagai CEO dan Manajer divisi balap. Pada akhir Oktober 2006, setelah pensiunnya Michael Schumacher, Todt mengambil jabatan baru sebagai penasihat khusus di Maranello. Setahun setelahnya, pria yang kini menjabat Presiden FIA itu menyiapkan langkah bagi Stefano Domenicali untuk menggantikan posisinya sebagai kepala tim.

Todt kemudian resmi mengundurkan diri dari perusahaan Italia pada Maret 2009, setelah berhasil memberikan 14 gelar juara dan mengklaim 106 kemenangan untuk Scuderia Ferrari.

Mungkin, satu-satunya langkah yang harus diambil Ferrari untuk bangkit adalah dengan memiliki manajemen kuat yang siap melindungi tim dari tekanan-tekanan eksternal. Mungkin saja di bawah kepemimpinan Mattia Binotto sekarang, dia bisa membawa Ferrari ke arah yang lebih baik, khususnya merebut gelar juara konstruktor dan mengakhiri puasa gelar sejak tahun 2008 silam.

Baca Juga :
Catatan Ferrari di Tangan Maurizio Arrivabene

Text : Ria Afriliani | Photo / Video : Formula 1 | Editor: Andi Wahyudi | 6 February 2019

  • facebook share
  • twitter share
  • instagram connect
  • youtube connect

RELATED NEWS

QUICK NAVIGATION

Tagline

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Mahaka Media

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company