image Adi Indiarto, BMB Motorsport Hans Gunawan, Troupe Racing Lay out sirkuit speed offroad view sirkuit BSD Paramount view sirkuit BSD Paramount View Sirkuit Tembong Jaya Serang

Mengenal Karakter Dua Sirkuit Speed Offroad

Text : Harsya Fikmazi | Photo / Video : SPORTKU | Editor: Andi Wahyudi | 6 February 2019

uploads/news/2019/02/mengenal-karakter-sirkuit-speed-430275fb73d82c6.jpg

Mengenal Karakter Sirkuit Speed Offroad

kejurnas-speed-offroad-v3-95590608696cb7e
kejurnas-speed-offroad-v3-280915944556a3f
kejurnas-speed-offroad-v3-26313e842bfb564
foto-ofroad-drone-6774972dd921b9c
foto-ofroad-drone-5752215dbda7fc6
foto-ofroad-drone-3393364450e8c9f
SPORTKU.COM

Selama Kejurnas Speed Offroad, ada dua sirkuit yang menjadi langganan, Sirkuit Paramount dan Sirkuit Tembong Jaya. Seperti apa karakter masing-masingnya?

Jika dilihat kasat mata, maka ada satu yang menjadi perbedaan di antara dua sirkuit tersebut. Sirkuit BSD Paramount, lebih mengumbar lintasan lurus yang lumayan panjang di setiap sektornya. Sangat berbeda dengan Sirkuit Tembong Jaya yang terletak di Serang, Banten. Sirkuit ini justru tidak memiliki lintasan lurus yang begitu banyak, namun lebih menyajikan adrenalin yang begitu kuat ketika menggeber mobil speed offroad di atasnya.

Hal tersebut pun diamini oleh Hans Gunawan, offroader yang baru saja merengkuh Juara Nasional Speed Offroad G.4 tahun lalu. Menurut offroader yang berpasangan dengan Ical, untuk karakter Sirkuit Tembong Jaya, memang memiliki unsur yang lebih teknikal. Sehingga membuatnya memilih sirkuit tersebut menjadi lintasan favoritnya ketika harus beradu cepat di atas tanah.

"Kalau dibandingkan, saya pribadi lebih suka di Sirkuit Tembong Jaya, Serang. Menurut saya, lebih variatif bentuk tikungannya dan menurut saya lebih teknikal. Kalau di Sirkuit BSD Paramount, bentuk tikungannya biasa aja, tidak seperti yang di Serang. Jadi menurut saya lebih bervariasi dan lebih seru," ujar Hans Gunawan, ketika dihubungi SPORTKU.

Hans pun membeberkan perihal sektor favoritnya di dua sirkuit tersebut. Dikarenakan Sirkuit BSD Paramount memiliki tingkat 'kemudahan', tidak banyak spot yang menjadi sektor favoritnya. Namun, untuk Sirkuit Tembong Jaya, hampir semua sektor, menjadi area favorit bagi Hans Gunawan. Terlebih ada perasaan yang begitu campur aduk ketika harus berjibaku di atas sirkuit tersebut.

Baca Juga :
Julian Johan Dipinang Indonesia Off-Road Federation (IOF) Pusat 

"Spot paling enak di Paramount, yang paling asyik itu di area belakang. Kalau di Serang, hampir semua suka, dan tikungan yang paling enak itu sebelum tunnel (terowongan). Selain itu, sektor awal ketika dari start (belok) ke kiri itu ngeri-ngeri sedap, karena kecepatannya pol banget. Kalau untuk memilih, saya lebih suka di Sirkuit Tembong Jaya, Serang," imbuh Hans Gunawan.

Senada dengan Hans Gunawan, offroader BMB Motorsport, Adi Indiarto, juga memiliki pendapat yang sama mengenai dua sirkuit speed offroad tersebut. Baginya, lintasan di Sirkuit BSD Paramount, memang memiliki karakter yang berbeda dengan Sirkuit Tembong Jaya. Pasalnya, seperti yang sudah dijelaskan, bahwa Sirkuit BSD Paramount, memiliki lintasan lurus yang banyak, tapi dengan jenis tikungan yang 'biasa'.

"Kalau menurut saya, Sirkuit di Serang lebih teknikal. Kalau BSD lebih ke speed karena (trek) lurusannya banyak banget. Kalau Serang lebih banyak variasi belok-beloknya, atau bisa dikatakan lebih tricky. Di Paramount juga menurut saya lebih 'friendly'. Kalau bicara lurus, di BSD lebih banyak ketimbang Serang, dan lumayan high speed banget di BSD," ucap offroader berkacamata tersebut.

Putera pereli senior Arif Indiarto tersebut juga menjelaskan perihal tikungan di Sirkuit Tembong Jaya yang begitu variatif. Bahkan, untuk racing line, di sirkuit tersebut harus lebih hati-hati dan penuh perhitungan.

"Di Serang, tikungannya lebih tricky, dan macam-macam jenis belokkannya. Mulai dari patah banget, sampai yang lebar banget juga ada. Kalau di BSD, racing linenya tidak terlalu sesulit di Serang. Dan untuk kontur tanahnya, di Serang itu terkadang tiba-tiba ada grip, berbeda dengan di Paramount, yang cenderung flat," tandasnya.

Baca Juga :
Ada Pebalap Formula 1 dalam Sejarah Dakar

 

Text : Harsya Fikmazi | Photo / Video : SPORTKU | Editor: Andi Wahyudi | 6 February 2019

  • facebook share
  • twitter share
  • instagram connect
  • youtube connect

RELATED NEWS

QUICK NAVIGATION

Tagline

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Mahaka Media

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company