image RD (SRAM) Groupset SRAM Red eTap AXS 1X Groupset SRAM Red eTap AXS 2X

SRAM Luncurkan Groupset 12-Speed Terbaru

Text : Adi Supriyatna | Photo / Video : SRAM | Editor: Andi Wahyudi | Media Source: Cyclingweekly | 7 February 2019

uploads/news/2019/02/groupset-sram-terbaru-90220fc91d737a3.jpg

Groupset SRAM Terbaru

groupset-sram-red-etap-42083ee87a1e743
groupset-sram-red-etap-83523658e77f264
groupset-sram-red-etap-92186d4651f059c
SPORTKU.COM

Raksasa komponen sepeda, SRAM, telah meluncurkan groupset 12-speed terbarunya untuk road bike yang dinamakan Red eTap AXS. 

Peluncuran groupset tersebut, menurut SRAM, berangkat dari kondisi, dimana cyclist saat ini mengingkan drivetrain yang halus, aman dan bekerja dengan lembut, baik itu untuk di aspal atau trek berbatu. Red eTap AXS mendukung groupset dengan sistem 1x dan 2x.

Hal yang paling mencolok adalah penggunaan sprocket 10T, sehingga memiliki rasio gir yang lebih lebar. Namun perubahan tersebut berpengaruh pada bodi cassette, menjadi model XDR - lebih panjang dari model sebelumnya- yang dinamakan SRAM dengan X-Range.

Groupset ini diklaim memiliki sejumlah keunggulan serta fitur yang menarik bagi penggunanya. Berbeda dengan opsi gir yang ditawarkan oleh pabrikan lainnya atau yang umum terdapat di pasaran, kali ini SRAM memberikan opsi 50/37, 10-26T (untuk professional), 48/35, 10-28T (rider serous/pebalap) dan 46/33, 10-33 (olahraga/casual rider).

Opsi tersebut memberikan 2 keuntungan bagi rider, yakni pengguna bisa mendapatkan skala gir yang lebih besar dan kecil. Misalnya, 50×10T lebih besar dari 53×11T dan 37×26 lebih kecil dari 39×25T.

JP McCarthy, manajer produk road SRAM mengatakan, “Secara keseluruhan, perolehan efisiensi terbesar dari sistem didorong dengan memiliki perbedaan yang lebih kecil antara rantai depan dan pada saat yang sama menggunakan kaset yang jauh lebih besar. Jadi, dengan rentang kaset yang lebih luas, rider diharuskan untuk membuat lebih sedikit pergeseran (shifting) di depan, dan itu adalah perbedaan besar dalam performa di medan. Jika pengendara tidak diharuskan untuk melakukan shifting di gir depan dan tetap pada irama yang tepat, maka itu adalah keuntungan yang sangat besar."

“Perbedaan yang lebih kecil antara mata rantai membuat komponen ini secara mekanis lebih sederhana, dan dibandingkan dengan rantai jenis lain, yang merupakan lompatan 16-gigi, kami lebih baik dalam hal efisiensi sekitar 20 persen dalam perubahan dengan hanya lompatan 13 gigi. Itu juga berarti, pemulihan di belakang hanya ada satu lompatan juga, bukan dua atau tiga roda gigi, seperti yang kita lihat pada pesaing kita,” tambahnya.

Baca juga:
PHIL ATWILL DAN GAËTAN VIGÉ PERKUAT TIM DH CUBE GLOBAL SQUAD

Fitur menarik lainnya, mekanisme belakang (rear mech) memiliki 'teknologi Orbit', dimana komponen tersebut tidak memiliki kopling sendiri, melainkan cairan peredam yang lebih ringan dan tidak menempatkan resistensi yang tidak perlu terhadap pegas saat berada pada gerakan lambat atau ringan. Pada gilirannya, ini memberikan tindakan yang lebih baik ketika bergeser.

Sistem tersebut akan mengurangi pantulan pada rantai dan mencoba menyerap benturan sebanyak mungkin, sebelum kembali ke posisi semula.

SRAM juga menggunakan rantai yang lebih sempit agar rider mendapatkan kembali kekuatan yang hilang, serta menghilangkan desain 'angka delapan', yang disebut ‘Flattop’. Dengan begitu, groupset ini memiliki gesekan yang lebih sedikit dan drivetrain yang lebih “tenang” sehingga menawarkan sesuatu yang lebih menyenangkan.

Aspek lain yang mencolok dari groupset Red eTap AXS baru adalah chainset. Tanpa baut chainring yang terlihat, komponen ini berupa satu bagian dengan cincin bagian dalam dan luar, yang dibuat dari aluminium. Pegas rantai dilekatkan ke rantai melalui delapan baut internal di bagian paling dalam crankset.

Langkah itu diklaim akan membuat chainrings bertahan sekitar 50 persen lebih lama dari versi sebelumnya dan menjadikan rangkaian cincin yang kuat.

Desain baru tersebut juga meningkatkan pembacaan power meter dan membantu engkol menjadi lebih ringan dan stiff (kaku). SRAM juga telah meluncurkan program penggantian power meter dengan pengaturan ini juga.

Groupset Red eTap AXS, terutama perubahan gigi, diklaim mampu dua kali lebih cepat dari versi sebelumnya.

Fitur tambahan menarik lainnya adalah aplikasi digital yang bersifat personal dan mudah. Untuk memanfaatkannya, SRAM menautkan semua komponen nirkabel melalui aplikasi AXS baru yang dapat diunduh ke ponsel.

Aplikasi ini juga memungkinkan pengguna untuk memiliki kontrol penuh terhadap semua tombol, fungsi-fungsi yang ditingkatkan secara khusus dan mencatat sejumlah sepeda ke aplikasi atau mengunduh pengaturan Anda ke sepeda yang Anda naik kamp pelatihan atau liburan misalnya.

Spesifikasi & varian SRAM Red eTap AXS

Power meters/Cranksets:
2X: 50/37, 48/35, 46/33
1X: 50 (Aero), 48 (Aero), 46, 44, 42, 40, 38, 36

Cassettes: 10-26, 10-28, 10-33
Rear derailleur: 1 komponen untuk semua kombinasi chainring dan cassette
Front derailleur: 1 komponen untuk semua kombinasi chainring dan cassette
Disc brake calipers: Flat mount dan post mount untuk rotor 160 atau 140
Rotor: 140/160, CenterLock/6-bolt
Harga: £2,559 (Rp 46,1 juta) - £3,794 (Rp 68,4 juta)

Baca juga:
CASTELLI LUNCURKAN BIB SHORT FREE AERO RACE 4 BARU

Text : Adi Supriyatna | Photo / Video : SRAM | Editor: Andi Wahyudi | Media Source : Cyclingweekly | 7 February 2019

  • facebook share
  • twitter share
  • instagram connect
  • youtube connect

RELATED NEWS

QUICK NAVIGATION

Tagline

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Mahaka Media

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company