image

Suzuki Bukan Lagi Tim ‘Anak Emas'

Text : Suhartono | Photo / Video : MotoGP | Editor: Andi Wahyudi | 9 February 2019

Suzuki tak memiliki hak konsesi di MotoGP 2019

Dua sisi berbeda harus dihadapi Suzuki. Kesuksesannya di MotoGP 2018 memang membuat Suzuki bertepuk tangan. Raihan podium yang dicapai Rins dan Iannone bahkan disebut-sebut melebihi ekspektasi Suzuki. Namun di sisi lain, Suzuki harus kehilangan hak konsesinya.

Meski sudah tak memiliki hak konsensi, namun hal ini menjadi kebangaan tersendiri bagi Davide Brivio selaku Manajer Tim Suzuki. Pasalnya, keluar dari status konsensi memang menjadi tujuan utamanya di musim lalu. Brivio ingin pasukannya membangun lembaran baru di MotoGP 2019.

“Tujuan utama kami adalah untuk kehilangan konsesi sesegera mungkin, oleh karena itu dengan mengumpulkan enam poin (dua poin untuk podium kedua, satu poin untuk setiap tempat ketiga) dan kehilangan konsesi pada awal musim, saya harus mengatakan bahwa 2018 berjalan lebih baik daripada yang diharapkan,” ucap Brivio.

Berada dalam zona status konsensi memang memberikan banyak keuntungan tersendiri. Karena tim bisa melakukan pergantian mesin sesuai keinginan pada saat musim balap berjalan. Juga bebas melakukan uji coba di berbagai sirkuit yang berbeda. Hal ini tak diberikan kepada tim lain. Karena status konsensi hanya diberikan kepada tim yang memiliki penampilan buruk di musim sebelumnya.

Sejatinya, Suzuki sudah keluar dari status konsensi pada tahun 2017 lalu. Kembalinya Suzuki ke ajang MotoGP pada 2015 lalu dengan Maverick Vinales dan Aleix Espargaro, mereka langsung menduduki status konsensi. Namun hal tersebut hilang untuk Suzuki pada akhir musim 2016 setelah Vinales mempersembahkan podium kemenangan.

Akan tetapi, Suzuki kembali mendapatkan status konsensi di MotoGP 2018, menyusul performa buruknya di tahun 2017. Saat itu, baik Iannone maupun Rins sama sekali tidak berhasil mendapatkan catatan podium. Lalu Suzuki menjalani status konsensi bersama dua tim lainnya, Aprilia dan KTM.

Hal itu juga membuat Suzuki kembali mendapatkan konsesi penuh. Artinya, mereka mendapatkan kemudahan dalam jumlah mesin yang disediakan (dari 7 menjadi 9), tak akan ada pembatasan tes, dan tak dilarang melakukan pengembangan mesin saat musim berjalan.

Sekarang, Suzuki kembali akan menjalani musim sebagai tim yang tak mendapatkan hak konsesi. “Mungkin terdengar aneh ingin kehilangan mereka -status konsesi-, karena konsesi memberi Anda sedikit keuntungan, tetapi lebih penting bagi kami untuk sejajar dengan produsen lain," tegas Brivio.

"Keuntungan terbesar -dengan konsesi- adalah pengembangan mesin sepanjang musim, Anda mendapatkan lebih banyak hari pengujian dan Anda dapat menggunakan sembilan mesin, bukan tujuh. Hal-hal ini bermanfaat tetapi tidak terlalu penting untuk keberhasilan suatu musim."

Baca Juga
Kekuatan Crutchlow di Tangan Sang Istri dan Anak

Text : Suhartono | Photo / Video : MotoGP | Editor: Andi Wahyudi | 9 February 2019

  • facebook share
  • twitter share
  • instagram connect
  • youtube connect

RELATED NEWS

QUICK NAVIGATION

Tagline

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Mahaka Media

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company