image dr. Surya Santosa (Foto: Adi Supriyatna) Ilustrasi: Rider MTB di Cihuni Hill Park. Bermain sepeda gunung juga memiliki resiko cedera yang patut dicermati

Pencegahan dan Penanganan Cedera Bersepeda

Text : Adi Supriyatna | Photo / Video : Dok. SPORTKU | 13 February 2019

uploads/news/2019/02/pencegahan-dan-penanganan-cedera-60977d43d88403e.JPG

Pencegahan dan Penanganan Cedera

roam-ui-gelar-coaching-clinic-128454210ac8daf
ubl-cbc-xc-race-2017-90174126418501e
SPORTKU.COM

Meski menyenangkan, olahraga bersepeda memiliki sejumlah resiko yang bisa dialami oleh mereka yang melakukannya.

Resiko tersebut sangat beragam, mulai dari cedera yang bersifat ringan hingga berat.

Akan tetapi, bagi kalangan hobiis khususnya, masalah yang umum terjadi kebanyakan masih dalam kategori masuk dalam kategori ringan dan bisa dicegah.

Antisipasi Cedera
Untuk mencegah munculnya cedera atau masalah pada kesehatan pelakukanya, ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan.

Menurut dr. Surya Santosa, masalah terjadi saat bersepeda di kalangan hobiis pada umumnya disebabkan oleh persiapan yang kurang. Misalnya, sebelum bersepeda, sesorang lupa belum sarapan atau makan.

“Jadi, asupan energinya harus diperhatikan. Salah satunya, sebelum bersepeda, seseorang harus makan terlebih dulu,” ungkap dokter yang pernah bertugas sebagai koordinator kesehatan dan doping venue BMX di ajang Asian Games 2018 lalu, di Hutan UI Bike Park beberapa waktu lalu.

“Batasannya, kalau kita makan yang berat (nasi, kentang), itu 2 jam sebelum bersepeda,” tambah pria yang tengah menempuh pendidikan Spesialis Kedokteran Olahraga tersebut.

Atau, bila tidak sempat untuk bersantap lantaran waktunya yang sudah memadai, seseorang tetap harus mengisi asupan nutrisinya, yaitu dengan cara makan pisang atau makan makanan yang banyak mengandung manis (coklat, stick bar, dan makan yang mudah dicerna lainnya).

Bila seseorang tidak siap dengan asupan energi, maka kasus yang sering muncul adalah Hypoglycemia (rendahnya glukosa dalam tubuh), dimana saat beraktivitas, tubuh tiba-tiba terasa lemas, pandangan menjadi gelap, tubuh berkeringat dingin, atau sampai tak sadarkan diri.

Cara lainnya, saat aktivitas dan bila sudah merasa kelelahan, sesorang bisa juga langsung mengisi asupan energi dengan mengkonsumsi minuman yang manis, pisang.

Selain menjaga asupan energi, sebaiknya melakukan pemanasan sebelum bersepeda. Hal itu untuk mencegah terjadinya keram atau cedera otot. Pemanasan bisa dilakukan dengan melakukan gerakan di sekitar persendian ataupun otot lain.

“Begitu semuanya siap, baru kita melakukan aktivitas,” tegas dr. Surya.

Baca juga:
RAGAM JERSEY IKONIK YANG DIPEREBUTKAN DI AJANG CAPE EPIC

Masalah umum dan penangananya

Keram
Bila terjadi keram, pada bagian betis misalnya, bisa ditangani dengan cara mengangkat bagian tapak kaki dan meluruskan kaki, sambil dipijat-pijat dan diberi minuman yang hangat atau cairan yang elektrolit yang cukup dan ada gulanya juga.

Membuat minuman yang mengandung cairan eletrolit bisa dilakukan dengan memanfaatkan dari sachet yang banyak dijual, kemudian dimasukkan ke dalam botol minuman. Atau, bisa juga membuat sendiri dari air yang dicampur gula 1 sendok dan garam ¼ sendok.

Keseleo
Untuk menangai masalah tersebut, bisa dengan dikompres dengan es untuk mengurangi nyeri, menghindari pembengkakan yang lebih buruk serta Menghentikan proses inflamasi yang terjadi.

Dr. Surya mengingat ada terapi sederhana yang bisa dilakukan, yakni dengan menerapkan istilah “RICE” (istirahat, es, kompres, elevasi – posisi otot yang bengkak harus lebih tinggi dari jantung).

Kompres bisa dilakukan dalam maksimal 20menit dalam sehari atau setiap 10 menit, sebanyak 3 kali, dengan jeda istirahat selama 10 menit. Hal itu dilakukan sampai dengan fase akut atau kurang dari 72 jam.

Crash (Terjatuh)
Crash juga kerap kali terjadi saat bersepeda. Untuk penangannya, tergantung dari cedera yang terjadi, misalnya luka lecet atau sobek.

Bila terdapat luka, pembersihan luka wajib dilakukan untuk menghindari munculnya tetanus atau infeksi lainnya. Untuk membersihkannya bisa menggunakan dengan cairan nacl. Tapi bila cairan tersebut tidak tersedia, kita bisa menggunakan air mineral atau kemasan.

Dalam kasus seperti ini, tidak disarankan membersihkan luka dengan air biasa. Sebab, dikhawatirkan air tersebut mengandung kuman.

Untuk luka lecet, luka tidak perlu ditutup oleh perban dan boleh diberikan obat luka yang umum tersedia di pasaran.

Perlu diingat, pemberian alkohol untuk luka lecet tidak direkomendasikan. Sebab, selain bisa menyebabkan sel di area luka mati, hal itu malah akan memperlambat kesembuhan luka dan bisa menimbulkan bekas.

Patah Tulang
Untuk kasus patah tulang yang tidak ada luka, dr. Surya menyarankan bisa menggunakan papan, yang dibuat menjadi semacam bidai, yang diletakkan di bawah bawah dan samping kanan dan kiri tulang yang patah. Selanjutnya, korban harus segera dibawa ke rumah sakit terdekat.

Bila kondisinya terdapat luka dan berdarah, bidai bisa tetap dilakukan. Tapi luka tidak perlu dicuci dan cukup ditutup dengan kasa dan dibidai. Hal itu untuk menghambat keluarnya darah.

Harus sadar diri
Untuk Anda yang telah berusia lebih dari 40 atau 50 tahun, perhatikan juga asupan energi. Jika sudah terasa lelah, jantung berdebar cepat, napas terasa sesak, maka Anda harus menghentikan dan segera menghitung denyut nadi.

Cara sederhana menghitung denyut nadi adalah dengan menerapkan rumus “210 dikurang usia dikali 80%. Hasilnya adalah batas maksimum kerja jantung kita. Bila angkanya lebih dari batas aman, maka Anda harus menghentikan aktivitas.

Contoh: Bila usia Anda 50 tahun maka batas maksimum denyut jantung anda adalah 128 per menit.

Bila sudah normal kembali, barulah Anda bisa kembali bersepeda.

 

Baca juga:
BROMPTON LEPAS CHPT3 LIMITED EDITION

Text : Adi Supriyatna | Photo / Video : Dok. SPORTKU | 13 February 2019

  • facebook share
  • twitter share
  • instagram connect
  • youtube connect

RELATED NEWS

QUICK NAVIGATION

Tagline

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Mahaka Media

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company