image

Upaya Aprilia Lolos dari Keterpurukan Ada di Tangan Bradley Smith dan Iannone

Text : Suhartono | Photo / Video : MotoGP | 12 February 2019

 

Nasib Aprilia juga di tangan Andrea Iannone
Kompetisi balap MotoGP 2019 memang akan lebih berwarna dan dalam nuansa baru. Pasalnya, beberapa pebalap dan tim melakukan perombakan struktur. Begitu juga dengan Aprilia yang mendatangkan Andrea Iannone untuk menggantikan Scott Redding. Iannone akan bergabung dengan Aleix Espargaro.

Iannone juga menjadi harapan tinggi bagi Aprilia. Terlebih lagi, pada masa lalu pebalap asal Italia ini pernah membalap dengan Ducati dan juga Suzuki sebagai pebalap di tim pabrikan. Dengan pengalamannya tersebut, Iannone diprediksi bisa memberikan banyak masukan dalam pengembangan mesin Aprilia RS-GP.

"Ketika Anda mengambil pebalap baru, terutama pebalap yang memiliki pengalaman hebat dengan sepeda yang sangat bagus, seperti yang dimiliki Andrea -Iannone-, itu memberi Anda gambaran tentang perkembangan terbaru dari tim kompetitor," ungkap Albesiano.

"Ini adalah kasus dengan Andrea dan tentu saja kami memahami banyak hal setelah ada masukannya. Dan kami mencoba memasukkan komentar ini ke dalam pengembangan sasis dan elektronik. Mungkin elektronik bukan kata yang tepat. Lebih tepatnya, maksud saya manajemen mesin."

Ditegaskan Albesiano, umpan balik yang diberikan Iannone akan menjadi panduan Aprilia untuk membuat sepeda motor memiliki torsi terbaik dengan cara pengoperasian yang lebih mudah.

"Kita perlu meminta mesin untuk memberikan torsi yang benar dan meminta kontrol elektronik untuk bekerja lebih sedikit, karena mesin itu sendiri bekerja lebih dekat dengan apa yang Anda inginkan. Maka Anda hanya perlu beberapa koreksi kecil."

Iannone dan Espargaro sama-sama memiliki satu sepeda motor dengan spesifikasi mesin 2019. Keduanya juga masih diberi kesempatan untuk menguji coba mesin lama Aprilia RS-GP. Maka masih ada kesempatan untuk Espargaro dan Iannone dalam memahami masing-masing mesin tersebut sebelum seri pembuka MotoGP 2019 dimulai.

  • DATA & FAKTA :
  • Aprilia menjadi tim terburuk pada setiap musimnya sejak 2015. Pada tahun pertamanya kembali ke MotoGP 2015, Aprilia menduduki posisi ke-5 klasemen akhir untuk kategori konstruktor. Di MotoGP 2016, Aprilia masih berada di peringkat yang sama. Dan di MotoGP 2017 serta 2018, posisi Aprilia melorot ke urutan 6 setelah kehadiran KTM
  • Aleix Espargaro hingga kini menjadi salah satu pebalap terbaik yang dimiliki Aprilia. Pada gelaran MotoGP 2018, Espargaro berhasil finish di posisi 5 saat balapan digelar di Sirkuit Brno, Republik Ceko. Hingga kini belum ada pebalap Aprilia lainnya yang bisa melebihi raihan Espargaro
  • Torehan Aleix Espargaro di MotoGP 2018 membuat Aprilia memperpanjang kontrak pebalap Spanyol tersebut. Espargaro akan menjalani musim ketiganya di Aprilia dan juga menjadi pebalap terlama dalam sejarah Aprilia sejak 2015

Baca Juga
Suzuki Bukan Lagi Tim ‘Anak Emas' di MotoGP 2019

Text : Suhartono | Photo / Video : MotoGP | 12 February 2019

  • facebook share
  • twitter share
  • instagram connect
  • youtube connect

RELATED NEWS

QUICK NAVIGATION

Tagline

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Mahaka Media

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company