image

Toyota Team Indonesia Mundur dari ITCC, Berikut Faktanya!

Text : Harsya Fikmazi | Photo / Video : Harsya Fikmazi | Editor: Andi Wahyudi | 14 February 2019

SPORTKU.COM

Juara bertahan Kejurnas ITCC 1.600 Max, Toyota Team Indonesia (TTI) memutuskan mundur dari kejuaraan tersebut untuk musim 2019 ini.

Kabar mengenai mundurnya Toyota Team Indonesia divisi touring memang sudah santer terdengar. Tim yang tahun ini diperkuat oleh Haridarma Manoppo dan Demas Agil, tak akan terlihat lagi dalam Kejuaraan Nasional ITCC 1.600 Max. Salah satu alasan yang membuat tim ini mundur adalah terkait regulasi yang dirasa tidak sejalan dengan visi dan misi Toyota Team Indonesia sebagai tim pabrikan.

Selepas Rakernas IMI yang digelar Desember 2018 lalu, regulasi mengenai penggunaan mesin atau part di dalamnya tahun ini memang dibebaskan. Tidak seperti tahun lalu, yang secara tegas dibatasi. Tim balap harus menggunakan mesin yang ada di Indonesia dan memiliki hubungan dengan mobil itu sendiri. Namun tahun ini, regulasi tersebut pun dibuka dan bagi tim yang ingin menggunakan mesin atau komponen dalamnya yang berasal dari pasar luar negeri, kini diperbolehkan.

Sebagai arsitek Toyota Team Indonesia, Memet Djumhana, dengan tegas mengatakan bahwa menolak dengan apa yang sudah direncanakan tersebut. Baginya, perumusan regulasi tersebut tidak berimbang dan memang pihaknya tidak setuju dengan apa yang dirumuskan dalam regulasi baru tersebut. Ketika dihubungi SPORTKU, Memet Djumhana, menjelaskan secara gamblang terkait mundurnya TTI dari Kejurnas ITCC 1.600 Max.

Baca Juga :
Mengenal Karakter Dua Sirkuit Speed Offroad

"Toyota Team Indonesia punya konsep yang jelas, saya balapan untuk (meningkatkan) penjualan untuk (media) promosi. Jadi kalau ada masyarakat tanya, ya ini produknya semuanya dalam negeri, tapi dengan modifikasi. Saya tidak diajak kompromi mengenai perumusan regulasi tersebut, ada yang bilang ke saya bahwa Toyota Team Indonesia telah setuju, bingung saya setuju dari mana? karena saya tidak pernah diberi tahu terkait perubahan regulasi tersebut," buka Memet Djumhana, dalam sambungan teleponnya.

Sampai berita ini diturunkan, masih belum ada informasi apakah regulasi tersebut masih bisa direvisi atau tidak. Yang pasti, meski dengan regulasi tersebut, Toyota Team Indonesia, yang telah membawa pulang Juara Nasional ITCC 1.600 Max selama dua tahun berturut-turut, akan berpaling dari gelaran balap tersebut dan lebih memilih untuk masuk dalam kejuaraan yang memang regulasinya memiliki kesamaan dengan visi dan misi Toyota Team Indonesia.

"Enggak akan ikut di kelas itu, akan mencari kelas yang lokal. Yang bisa menjadi sarana promosi. Dengan perubahan tersebut, kita tidak akan ikut di sana dan kita akan turun di kelas yang lain. Artinya, kelas lain yang cocok dengan regulasi dan visi misi dari Toyota Team Indonesia. Ini kita kan untuk jualan, bukan untuk hobi saja," tambah Memet Djumhana yang telah lama 'hidup' di dunia motorsprot Indonesia.

Pria yang sebelumnya pernah menjabat sebagai Public Relation di Toyota Astra Motor ini, menganalogikan seperti dalam balapan gymkhana, di mana perebutan juara terbagi lagi menjadi beberapa kelas, sehingga akan menimbulkan dampak yang lebih fair play dan tidak terkesan memihak kepada salah satu kubu. "Seperti di gymkhana kan, semua kelas ada, karena untuk mengakomodir semua pebalap yang ingin juara. Saya tidak bicara mengenai kompetitor, siapa pun bisa menang dan silakan," imbuhnya.

Baca Juga :
5 Hal yang Paling DItunggu untuk Formula 1 2019 

Dalam gelaran gymkhana, seluruh pebalap memang harus berjibaku secara bersama-sama di atas lintasan. Baik itu pemula atau kawakan, semua menjadi satu, dan saat pembagian podium, penyelenggara membaginya menjadi beberapa kelas, sehingga tercipta sebuah kompetisi yang lebih fair. Andai kata regulasi baru Kejurnas ITCC 1.600 Max telah secara resmi dikumandangkan, dan penggunaan komponen dibebaskan, maka hal tersebut tidak sejalan dengan apa yang diinginkan oleh TTI tersebut.

Meski ada kabar sebelumnya yang mengatakan bahwa Toyota Team Indonesia merasa dianggap tidak berani untuk melawan Honda, Memet Djumhana dengan tegas membantahnya. "Karena mereka tidak tahu (apa yang saya sampaikan). Saya tidak mengurusi Honda, karena ada beberapa omongan yang mengatakan saya menyerang Honda, dan itu memang tidak benar. Saya tidak pernah mempersalahkan Honda akan seperti apa," tegas Memet.

Sebagai informasi tambahan, pada musim ini Toyota Team Indonesia tampaknya akan masuk dalam kejuaraan baru di Indonesia Sentul Series of Motorsport (ISSOM) yakni Japan Super Touring Championship (JSTC). Berdasarkan informasi yang beredar, promotor JSTC memang tengah menggodok regulasi baru yang akan mereka resmikan untuk tahun ini.

Apakah Toyota Team Indonesia akan turun di kejuaraan yang levelnya bukan kejuaraan nasional? Atau memang ada pertimbangan lain di benak Memet Djumhana selaku arsitek Toyota Team Indonesia? Kita tunggu saja perkembangannya.

Baca Juga :
Setelah Sabrina Sameh, Toyota Team Indonesia Bidik Peslalom Baru Lagi!

 

Text : Harsya Fikmazi | Photo / Video : Harsya Fikmazi | Editor: Andi Wahyudi | 14 February 2019

  • facebook share
  • twitter share
  • instagram connect
  • youtube connect

RELATED NEWS

QUICK NAVIGATION

Tagline

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Mahaka Media

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company