image The Jakmania membutuhkan kejelasan terkait masalah yang menimpa klub kesayangan mereka Gede Widiade saat pesta juara Liga 1 musim lalu

Carut Marut Persija Jakarta, Ada Apa?

Text : Aga Buge Katiara | Photo / Video : Pariyono | 14 February 2019

uploads/news/2019/02/carut-marut-persija-jakarta-211477c04e19a6c.JPG

Carut Marut Persija Jakarta

carut-marut-persija-6014688b0fcc51c
carut-marut-persija-86531c31c1d0023
SPORTKU.COM

Persija Jakarta, klub ibu kota yang kini diterpa berbagai masalah hingga menimbulkan tanda tanya besar. Ada apa Persija?

Usai berakhirnya musim kompetisi 2018, tidak ada yang berbeda di skuat Macan Kemayoran. Wajar saja, euforia menjadi juara membuat semuanya berjalan indah.

Barulah satu persatu masalah muncul di awal Januari saat Stefano Cugurra memutuskan tidak memperpanjang kontraknya dan memilih Bali United. Keputusan itu diikuti oleh dua pilar utama, Jaimerson Xavier da Silva serta Rohit Chand yang juga hengkang.

Sampai masalah besar datang saat Satgas Anti Mafia Sepak Bola menggeledah bekas kantor Liga Indonesia beberapa waktu lalu. Di sana menurut laporan saksi, ada dokumen yang diduga berkas laporan keuangan Persija yang sengaja dihancurkan. 

Seperti yang disampaikan Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Mabes Polri, Kombes Pol Syahar Diantono. “Berdasarkan keterangan dari saksi itu dokumen keuangan Persija, kenapa dihancurkan sedang kami dalami,” ucapnya. 

Kemudian, tidak lama setelahnya, kejutan lain muncul saat Gede Widiade mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Direktur Utama diikuti Chief Operation Officer (COO) Rafil Perdana. 

“Per hari ini saya (Rafil Perdana) dan Pak Gede mengundurkan diri dari PT Persija. Sebenarnya saya sudah mengajukan dari tanggal 1 Februari kemarin, cuma baru diumumkan hari ini,” kata Rafil pada Rabu (6/2). 

Sementara menurut Gede, dirinya memutuskan mundur dengan alasan tugasnya sudah selesai bersama Macan Kemayoran. “Secara yuridis Direktur Utama kini dipegang Kokoh Alfiat. Dengan aktivitas yang sudah kami lakukan sejak awal, tugas kami sudah selesai. Pemegang saham tidak memerlukan kami kembali dengan direksi lain, mungkin kalau diperlukan kami diajak bicara, kami tidak dilibatkan,” sambung Gede Widiade. 

Baca Juga:
Fictor Roring Serang IBL

“Tugas kami secara profesional mengantar Persija mencapai yang ditargetkan. Saya minta maaf dan terima kasih kepada Bung Ferry dan The Jakmania, mitra ke-12 kami. Terima kasih telah memberikan support yang dapat menghasilkan prestasi seperti ini. Kami berdua mohon pamit".

Tentu pengunduran diri Gede menimbulkan kecurigaan besar. Apalagi, tak lama setelah ditemukannya berkas yang diduga milik Persija oleh Satgas Anti Mafia Sepak Bola.

Namun, Gede langsung memberi penjelasan mengenai masalah itu. Ia bahkan secara terbuka menegaskan siap membantu Satgas Anti Mafia Bola jika dimintai keterangan. “Sebagai warga negara yang baik harus menyampaikan informasi. Ya tidak apa-apa, membantu memberi informasi dan tidak salah,” jelas Gede. 

Pengusaha asal Surabaya, Jawa Timur tersebut juga mengaku tak memahami tentang kasus dokumen yang sengaja dihancurkan. Ia justru kaget karena ada dokumen klub yang sengaja dihancurkan. Ditambah, hal aneh lainnya ialah kantor Persija yang disebut telah pindah dari kawasan Duren Tiga ke Kuningan, Jakarta Selatan.

“Saya tidak tahu tentang masalah dokumen karena saya bukan direksi. Lokasi kantor baru juga saya tidak tahu. Sangat terkejut adanya kasus ini. Orang tahu kantor saya di sini. Siapa yang memindahkan ke sana? Siapa yang menyuruh? Saya tidak perlu sebut namanya," lanjutnya. 

Gede juga menganggap bahwa dokumen tersebut dipindahkan oleh jajaran direksi yang baru. Ia merasa dengan hal ini sudah terlihat jelas jika direksi Persija memang sudah enggan melibatkannya untuk urusan klub. 

“Tidak mungkin tukang sapu yang memindahkan. Saya juga tanya Rafil, dia juga tidak tahu. Mungkin seperti yang sudah saya jelaskan, karena kami tidak perlu lagi dilibatkan dalam pemindahan ini,” tandas pria yang pernah memimpin Bhayangkar FC tersebut. 

Anehnya, pengunduran diri yang dilakukan Gede diikuti sejumlah petinggi Persija. Mereka adalah Chief Marketing & Comercial Officer, Andika Suksmana, Ketua Panpel Budi Saputra, Wakil Panpel, Prasetyo, anajer Persija U-19 Arvi Perwira, dan manajer Persija U-16, Erwan. 

Yang terkini, manajer Persija, Ardhi Tjahjoko ikut-ikutan ingin mundur, bedanya ia akan meninggalkan tim sampai sejauh mana langkah klub di kompetisi Asia. 

“Saya yang jelas terbatas masa tugas. Dalam hal ini, surat perintah saya diminta per tahun. Ini memang masa tugas saya habis. Tapi saya punya beban moral. Saya harus menyelesaikan sampai langkah Persija di Asia sejauh mana,” papar Ardhi. 

Pengunduran diri berjamaah yang dilakukan kian mengisyaratkan ada yang tidak beres dalam tubuh Persija Jakarta. Sesuatu yang dibantah oleh Presiden Persija, Ferry Paulus.

“Saya sudah klarifikasi sama Pak Kokoh Alfiat, kebetulan dia yang berhadapan dengan tim Satgas. Jadi intinya dokumen Persija yang ada di PT Liga Indonesia hanya dokumen yang sedang diaudit setiap tahun,” tutur Ferry. 

Lebih lanjut, ia juga menjelaskan alasan Kokoh ada di kantor PT Liga Indonesia, karena memang kantornya ada di sana. “Itu efektivitas karena Pak Kokoh berkantor di PT liga, jadi di bawa ke sana. Supaya lebih muda karena setiap harinya di sana, kantornya kebetulan bersamaan dengan PT Liga Indonesia,” tambahnya. 

Pembelaan juga datang dari Pembina Persija Jakarta, Syafruddin yang turut buka suara terkait mundurnya petinggi Persija dan masalah dokumen klub yang ditemukan. “Itu masalah profesional. Mereka pamit kepada saya akan mengundurkan diri sebagai orang profesional menjalankan tugas ya saya restui,” kata Syafruddin. 

“Untuk masalah itu (dokumen) harus diungkap dan dihukum siapa oknumnya, siapa pelakunya. Hukum tak boleh pandang bulu. Ini masalah pidana. Saya akan mendorong itu, saya izinkan, dan apresiasi. Silakan hukum siapa saja pelakunya," tegasnya. 

Sampai sekarang, tim penyidik memang belum memberikan kabar lebih lanjut mengenai penyelidikan yang dilakukan. Tentu saja, kisruh yang ada di Persija kini menjadi pertanyaan besar dan bola panas yang terus bergulir jika tidak segera dituntaskan. 

Apalagi, masalah pengaturan skor di sepak bola Indonesia menjadi skandal besar yang terus diusut tim Satgas. Sudah ada empat kantor yang digeledah sejauh ini, yakni dua kantor PSSI, PT Liga Indonesia, dan PT Gelora Trisula Semesta untuk mencari bukti dokumen terkait pengaturan skor. 

Menarik untuk ditunggu, kabar lanjutan mengenai kasus ini. Sekarang kita hanya bisa menunggu dan berharap kejelasan dari tim Satgas untuk mencari fakta yang ada di lapangan agar kasus ini bisa secepatnya dituntaskan.

  • DATA & FAKTA :
  • Terkait kasus pengaturan skor Satgas Anti Mafia Bola sudah menetapkan lima tersangka, yakni Dwi Irianto, anggota Komite Eksekutif PSSI, Johar Lin Eng, mantan anggota Komite Wasit PSSI, Priyanto, dan anaknya, Anik Yuni Artika Sari, serta Vigit Waluyo.
  • Masalah ini merupakan kasus lama di sepak bola Indonesia, yang juga pernah menghampiri Timnas Indonesia di Piala AFF 2010, meski hal tersebut dibantah keras oleh para pemain.
  • Salah satu tersangka, Vigit Waluyo, pernah menyebut gelar juara yang diraih Persija tahun lalu sudah disetting.

Baca Juga:
Liga Champions, Ujian Untuk Solskjaer

Text : Aga Buge Katiara | Photo / Video : Pariyono | 14 February 2019

  • facebook share
  • twitter share
  • instagram connect
  • youtube connect

RELATED NEWS

QUICK NAVIGATION

Tagline

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Mahaka Media

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company