image Hakeem al-Araibi  ketika di pamerkan dalam jumpa pers (NBC News) Craig Foster , orang yang paling berjasa dalam pembebasan  Hakeem al-Araibi  (SBS NEWS) Poster selamatkan Hakeem al-Araibi (Goal International)

Kebebasan Hakeem al-Araibi, Kemenangan HAM Dunia

Text : Handy Fernandy | Photo / Video : The Australia | Editor: Andi Wahyudi | 15 February 2019

uploads/news/2019/02/di-balik-kebebasan-hakeem-32696ae1408fd78.jpg

Di Balik Kebebasan Hakeem al-Araibi

hakeem-al-araibi-the-australian--74209c7324ae3f5
hakeem-al-araibi-the-australian--38855289e638249
hakeem-al-araibi-the-australian--598061cd6281c8f
SPORTKU.COM

Pembebasan Hakeem al-Araibi dianggap sebagai sebuah kemenangan bagi hak asasi manusia (HAM).

Hakeem al-Araibi tak pernah menyangka bahwa kegiatan bulan madu yang dilakukan dengan istrinya di akhir tahun 2018 di Thailand berbuah petaka. Bukannya bersenang-senang, ia malah harus meringkuk di penjara.

Pesepakbola asal Bahrain yang menjadi pengungsi di Australia itu ditangkap oleh pihak polisi migrasi setelah turun dari pesawat di Bangkok. Ia masuk dalam red notice alias orang yang dicari oleh Pemerintah Bahrain.

Alasannya, Al-Araibi yang kini berusia 25 tahun itu dituduh melakukan tindakan vandalisme pada persitiwa Arab Spring di tahun 2011 dengan menyerang kantor polisi menggunakan bom bensin bersama sekelompok orang.

Meski Al-Araibi menyangkal telah melakukan hal tersebut, pihak Bahrain telah melakukan in absentia alias sidang tanpa kehadiran Al-Araibi dengan vonis 10 tahun hukuman kurungan badan.

Al-Araibi pun nyaris diekstradisi alias akan dipulangkan ke Bahrain. Namun pada akhirnya ia bisa menghirup udara bebas setelah di dalam kurungan penjara selama 77 hari di Thailand.

Dalam jumpa pers saat di Thailand, pesepakbola klub semi profesional di Australia, Pascoe Vale FC meminta bantuan kepada Pemerintah Australia serta organinasi HAM untuk mendapatkan suaka politik. Ia takut kembali ke negara asalnya karena dirinya bisa saja ia akan mati.

"Saya seorang pengungsi di Australia, saya takut pada pemerintah Bahrain," ungkap Al-Araibi seperti dikutip dari The Guardian.

"Mereka akan membunuhku. Saya tidak tahu apa yang akan terjadi di sana. Hidup saya akan berakhir jika saya pergi ke Bahrain," sambungnya.

Hakeem al-Araibi ketika di perlihatkan dalam jumpa pers (NBC News)

hakeem-al-araibi-the-australian--74209c7324ae3f5.JPG

Mantan kapten Timnas Australia, Craig Foster muncul sebagai pahlawan. Ia menjadi orang pertama yang mempertanyakan integritas Asosiasi Sepakbola Australia (FFA), AFC hingga FIFA yang hanya diam melihat kasus yang menimpa seorang sepakbola di mana kedua lembaga tersebut menurutnya harus turun tangan untuk melindungi.

Foster mengatakan bahwa penyelamatan Al-Araibi merupakan upaya untuk melindungi hak asasi manusia (HAM) seseorang.

"Kami berjuang untuk satu jiwa karena Hakeem mewakili semua orang yang menderita di bawah tirani, dan melalui dia, kami berharap dapat membangun dunia yang lebih baik. Satu orang pada satu waktu,” ungkap Foster seperti dikutip dari SBS News.

Baca juga
Garuda Select Bantai Klub Inggris

Suara yang didengungkan oleh Foster pun akhirnya mendapatkan respon Eksekutif FFA bertemu dengan Presiden AFC Sheikh Salman untuk membantu memproses pembebasan Al-Araibi. Akhirnya AFC pun menyerukan pemerintah Bahrain untuk membatalkan estradisi pemain yang berposisi sebagai bek tersebut.

Pihak Australia yang diwakili oleh Menteri Luar Negeri mereka, Marise Payne dan staff kedutaan Australia di Thailand melakukan lobi dengan Pemerintah Thailand.

Organisasi HAM dari beberapa negara pun mengutuk sikap Bahrain yang memberikan hukuman kepada Al-Araibi meski tak ada bukti pasti terkait perusakan kantor polisi di negara tersebut

Poster selamatkan Hakeem al-Araibi (Goal International)
hakeem-al-araibi-the-australian--598061cd6281c8f.jpg

Akhirnya, pada Senin 11 Februari 2019, Jaksa Agung Thailand membatalkan estradisi Al-Araibi. Dikabarkan ada peran Menteri Luar Negeri Thailand Don Pramudwinai yang melakukan pertemuan dengan Putra Mahkota Bahrain Salman bin Hamad al Khalifa sehari sebelumnya.

Pramudwinai sendiri mendapatkan desakan dari rakyat Thailand yang tak ingin Al-Araibi di penjara, mereka seolah hutang budi dengan warga Australia yang ikut membantu menyelamatkan 12 anak yang terjebak di gua di Thailand beberapa waktu lalu.

Al-Araibi pun akhirnya bebas dan telah kembali ke Australia pada Selasa, 12 Februari 2019. Ia mengaku berterima kasih dengan semua pihak yang telah membantunya dalam menghadapi masalah yang menimpa dirinya.

"Sungguh menakjubkan melihat semua orang di sini dan semua orang Australia dan semua media yang mendukung saya, saya berterima kasih kepada pemerintah Australia, orang-orangnya, dan Foster pada khususnya," ungkap Al-Araibi.

“Ini negaraku. Saya belum memiliki kewarganegaraan, tetapi negara saya adalah Australia," sambungnya.

Al-Araibi yang tercatat telah membela Timnas Bahrain sebanyak satu kali itu mengau bahwa dirinya siap tampil membela Pascoe Vale yang akan bertanding di kandang sendiri melawan Bentleigh hari Jumat, 15 Februari 2019 malam.

Craig Foster , orang yang paling berjasa dalam pembebasan Hakeem al-Araibi (SBS NEWS)
hakeem-al-araibi-the-australian--38855289e638249.jpg

Foster sendiri mengatakan bahwa kebebasan Al-Araibi adalah merupakan kemenangan HAM dunia.

"Ini adalah kemenangan bagi kemanusiaan, untuk kekuatan warga dunia yang menuntut hak asasi manusia dilindungi, sebuah langkah maju bagi Thailand, sebuah tantangan bagi Australia dan awal dari perjuangan yang lebih luas untuk nilai-nilai olahraga," ungkapnya seperti dikutip dari Goal International.

  • DATA & FAKTA :
  • Hakeem al-Araibi telah menjadi pengungsi di Australia sejak tahun tahun 2014 dan kini tengah memperjuangkan untuk mendapatkan kewarganegaan Australia.
  • Hakeem al-Araibi tercatat telah tampil bagi Timnas Bahrain sebanyak sekali pada tahun 2013.

 

Text : Handy Fernandy | Photo / Video : The Australia | Editor: Andi Wahyudi | 15 February 2019

  • facebook share
  • twitter share
  • instagram connect
  • youtube connect

RELATED NEWS

QUICK NAVIGATION

Tagline

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Mahaka Media

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company