image

Sepak Terjang Joko Driyono Hingga Ditetapkan Sebagai Tersangka

Text : Aga Buge Katiara | Photo / Video : Kanalsatu | 16 February 2019

SPORTKU.COM

Plt Ketua Umum PSSI, Joko Driyono, resmi menjadi tersangka pengaturan skor sepak bola di Indonesia.

Ditetapkannya Jokdri sapaan akrabnya sebagai tersangka tentu mengejutkan publik sepak bola Indonesia. Pasalnya, ia bukanlah orang sembarangan karena punya rekam jejak panjang di sepak bola Indonesia.

Jokdri menjadi salah satu orang yang paling lama bertahan di kepengurusan PSSI. Tepatnya sejak 1991 silam ketika PSSI dipimpin Azwar Anas pada periode 1991-1999.

Kemudian, usai lengsernya Azwar, PSSI dipimpin oleh Agum Gumelar pada 1999-2003. Di sana Jokdri masih bertahan dan ikut kepengurusan, bahkan setelah Agum diganti oleh Nurdin Halid, Jokdri tetap bertahan.

Ketika Nurdin tumbang di tahun 2011, Jokdri tetap tidak tersentuh. Kariernya bersama PSSI terus berlanjut setelah melewati masa sulit yang menerpa PSSI akibat dualisme kepengurusan dan kompetisi.

Saat PSSI dipegang oleh Djohar Arifin, Jokdri turut serta dalam rombongan PSSI tandingan di bawah La Nyalla Mattalitti yang membentuk Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI). Kala itu, Jokdri juga menjabat sebagai CEO PT Liga Indonesia, operator kompetisi Indonesia Super League (ISL).

Pada 17 Juni 2013, Jokdri pun akhirnya terpilih sebagai Sekjen PSSI usai Kongres Tahunan yang berlangsung di Surabaya pada 17 Juni 2013. Sampai pada akhirnya PSSI berhasil diambil alih oleh La Nyalla Mattalitti pada Kongres Luar Biasa (KLB) April 2015.

Baca Juga:
Aturan 'Karet' IBL Yang Merugikan Tim

Tetapi, sebelum KLB digelar, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi membekukan PSSI sehingga FIFA menjatuhkan sanksi ke PSSI. Tidak ada kompetisi ketika sanksi diberikan. Sebelum hadirnya kompetisi Indonesia Soccer Championship (ISC) yang bergulir di bawah PT Gelora Trisula Semesta (GTS) dan pemimpinnya ialah Joko Driyono.

Setelah pembekuan dicabut, muncul nama Edy Rahmayadi sebagai Ketua Umum PSSI yang baru hasil KLB pada 10 November 2016. Edy akhirnya ditemani Jokdri sebagai Wakil Ketua Umum.

Singkat cerita, berbagai masalah kemudian hadir saat kabar pengaturan skor muncul ke permukaan. Alhasil, PSSI mendapat banyak tekanan publik apalagi prestasi timnas Indonesia juga jalan di tempat alias mandek, berbagai turnamen yang diikuti selalu saja gagal, khususnya timnas senior.

Hingga pada akhirnya Edy memilih mundur pada 20 Januari lalu sehingga membuat Jokdri terpilih sebagai plt Ketua Umum PSSI. Tapi, masalah pengaturan skor tidak serta merta hilang begitu saja.

Justru dengan dibentuknya Satgas Anti Mafia Bola membuat semuanya secara perlahan terbongkar. Dimulai dengan penggeledahan kantor PSSI, PT Liga Indonesia, serta PT GTS. Di sana ditemukan hal janggal karena diduga ada dokumen Persija Jakarta yang sengaja dihancurkan.

Seperti diketahui, Jokdri merupakan pemegang saham mayoritas klub peraih gelar juara Liga 1 2018 lalu. Melihat hal itu, Satgas Anti Mafia Bola langsung bergerak menggeledah apartemen Jokdri di bilangan Jakarta Selatan. Di sana ditemukan puluhan barang bukti oleh tim Satgas.

Parahnya, pengerusakan dokumen yang ditemukan oleh tim Satgas ada andil Jokdri di sana. Ia diduga memerintahkan tiga orang untuk melakukan pencurian mengambil dokumen terkait pengaturan skor.

Tiga orang tersangka yang sebelumnya sudah ditangkap adalah supir pribadi, staf, serta OB (Office boy). Dari sinilah tim Satgas bergerak sampai akhirnya menetapkan Jokdri sebagai tersangka. 

"Dapat diduga sebagai aktor intelektual yang menyuruh dan memerintahkan tiga orang lakukan pencurian dan perusakan police line, masuk rumah tanpa izin, ambil laptop, dokumen, dan barang bukti untuk mengungkap match fixing. Aktornya ini saudara Jokdri," jelas Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo.

Dengan ditangkapnya Jokdri, bukan tidak mungkin penyakit lama di sepak bola Indonesia bisa terungkap sampai ke akar-akarnya. Pasalnya, sampai sekarang sudah ada 15 tersangka yang diciduk oleh tim Satgas.

Kini, Jokdri akan diperiksa Senin (18/2) mendatang untuk dimintai keterangan sebagai aktor yang merusak barang bukti. "Senin akan kita mintai keterangan saudara J dalam status sebagai tersangka. Akan didalami terus oleh Satgas dalam rangka membongkar match fixing atau pengaturan skor di pertandingan yang sudah dilaksanakan,"

Sementara itu, Komite Ad Hoc Integritas PSSI, mulai buka suara mengenai ditangkapnya Jokdri akibat kasus pengaturan skor. Hal itu disampaikan oleh Ketua Komite Ad Hoc, Ahmad Riyadh yang meminta kepada semua pihak untuk menghormati proses hukum yang berlaku serta tetap menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah.

"Kepada semua pihak, baik penyidik, maupun media, serta masyarakat, mari sama-sama kita junjung tinggi asas praduga tak bersalah. Kita hormati proses hukum yang berjalan," kata Ahmad Riyadh. 

Ahmad juga meminta kepada Jokdri untuk memberikan penjelasan dengan terbuka dan terus terang demi menjaga integritas PSSI. "Komite Ad Hoc akan menemui Plt Ketua Umum untuk memastikan integritas PSSI tetap terjaga sehingga memperjelas informasi kepada masyarakat. Tentu kejelasan informasi akan menumbuhkan kembali rasa kepercayaan kepada PSSI," sambungnya. 

Dengan ditetapkannya Jokdri sebagai tersangka tentu kita semua berharap bisa mengungkap semua permasalahan ini sampai habis. Karena prestasi tak akan bisa diraih sampai kapan pun jika federasinya saja menyimpan masalah yang sangat serius.

  • DATA & FAKTA :
  • Terjadi kejanggalan karena selepas ditemukannya dokumen Persija di kantor PT Liga Indonesia Baru, petinggi klub memutuskan mundur, termasuk Gede Widiade.
  • Selama 28 tahun berada di kepengurusan PSSI, baru di tahun ini Jokdri berada di puncak kepemimpinan setelah menjadi Plt Ketua Umum PSSI.

Baca Juga:
Carut Marut Persija Jakarta, Ada Apa?

Text : Aga Buge Katiara | Photo / Video : Kanalsatu | 16 February 2019

  • facebook share
  • twitter share
  • instagram connect
  • youtube connect

RELATED NEWS

QUICK NAVIGATION

Tagline

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Mahaka Media

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company