image Adrien Rabiot menghilang dari skuat PSG (ESPN)

Maraknya Kasus Pembekuan Pemain di Prancis

Text : Handy Fernandy | Photo / Video : PSG Talk | Editor: Andi Wahyudi | 17 February 2019

uploads/news/2019/02/kasus-pembekuan-pemain-di-97997f7234ad6cf.jpg

Kasus Pembekuan Pemain di Prancis

ben-arfa-psg-talk--793861bd8f5b58e
SPORTKU.COM

Kasus pembekuan yang menimpa Adrien Rabiot bukanlah yang pertama di kesebelasan Paris Saint-Germain (PSG).

Penggemar Paris Saint-Germain (PSG) dipastikan tidak akan tidak lagi bisa menyaksikan Adrien Rabiot hingga akhir musim. Bukan cedera parah yang jadi penyebabnya, tetapi lantaran keinginan pemain berusia 23 tahun itu pindah ke Barcelona.

Rabiot yang kontraknya akan berakhir di bulan Juni 2019 mendatang sebenarnya ingin bermain di Barcelona di Januari ini, namun pihak PSG enggan menjualnya, bahkan mereka sempat menawarkan kontrak baru, namun pemain berkebangsaan Prancis itu menolaknya.

Demi harga diri, PSG pun memilih untuk kehilangan pemain yang berposisi sebagai gelandang tersebut dengan membekukan sang pemain dengan diasingkan dari skuat tim berjuluk Les Parisiens itu.

Terakhir kali Rabiot tampil membela PSG adalah saat menghadapi Stresbourg pada awal Desember 2018 lalu.

Kasus pembekuan yang menimpa Rabiot pun mengingatkan kita dengan kasus serupa yang dilakukan oleh PSG. Di musim lalu, raksasa Ligue 1 itu menjadikan mantan pemain Timnas Prancis Hatem Ben Arfa sebagai pemain yang diasingkan.

Di musim 2017/2018 lalu, Arfa tak sekalipun mendapatkan kesempatan bermain meski hanya untuk satu detik saja. Ia pun tak bahagia dengan kondisi tersebut dan akhirnya memutuskan untuk pindah ke Rennes di musim di mana mantan pemain Newcastle United itu kini tengah kembali menemukan tempat utama di klub.

Baca juga
Ravenol, Pelumas Asal Jerman Ikutan Eksis di Indoclub

 

Adrien Rabiot menghilang dari skuat PSG (ESPN)ben-arfa-psg-talk--793861bd8f5b58e.jpg

Meski tetap mendapatkan bayaran gaji, Afra mengaku tidak senang dengan cara ini. Ia pun melaporkan mantan klubnya tersebut pada awal Februari 2019 lalu ke pengadilan.

Pemain yang bergabung bersama PSG pada tahun 2016 itu menuntut sejumlah uang kepada mantan klubnya itu antara 7 sampai 8 juta euro sebagai ganti rugi lantaran dirinya tak dapat tampil selama semusim penuh.

Masalah yang menimpa Rabiot dan Arfa di Prancis sendiri bukan yang janggal. Menurut data Persatuan Pemain Prancis mengatakan bahwa dari 145 pemain profesional yang bermain di Ligue 1 dan Ligue 2, 10 persen di antaranya dari mereka telah dibekukan secara permanen oleh klub mereka.

Anatole Ngamukol yang bermain di Ligue 2, Reims juga mengalami hal serupa yang menimpa kedua pemain di atas di musim ini. Dirinya juga tak dimainkan oleh klubnya selama setengah musim. Akhirnya dirinya sepakat dilepas secara bebas transfer dan kini ia bermain di Fortuna Köln

Ngamukol mengaku bahwa dirinya merasa menderita dengan perlakuan klub yang seolah seperti memenjarakannya.

"Ini pengalaman yang sulit, terutama mengetahui bahwa saya tidak melakukan apa-apa agar diturunkan ke tim 'B'. Ini seperti hukuman," ungkap Ngamukol.

Ia pun menuntut pelatih dan manajer umum Reims yang dianggapnya telah melakukan pelecehan untuk membuatnya setuju untuk mengakhiri kontrak lebih awal.

"Ini masalah kolektif. Ada banyak pemain lain yang mengalami hal ini dan kami harus mengatakan, 'Hentikan!'" ujar Ngamukol.

"Itu tidak mudah tetapi saya ingin anak-anak saya bangga pada saya dan Anda harus menjunjung tinggi martabat Anda. Ketika Anda diinjak-injak setiap hari, itu menyakitkan secara psikologis,” sambungnya.

Baca juga
Simeone Rencanakan Gunakan Tiga Penyerang

Text : Handy Fernandy | Photo / Video : PSG Talk | Editor: Andi Wahyudi | 17 February 2019

  • facebook share
  • twitter share
  • instagram connect
  • youtube connect

RELATED NEWS

QUICK NAVIGATION

Tagline

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Mahaka Media

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company