image

Son Heung-Min Juru Selamat Tottenham Hotspur

Text : Aga Buge Katiara | Photo / Video : ESPN | Editor: Andi Wahyudi | 18 February 2019

SPORTKU.COM

Son Heung-Min, pesepakbola asal Korea Selatan yang kini tampil luar biasa sebagai penyelamat bagi Tottenham Hotspur. 

Sejak didatangkan dari Bayer Leverkusen pada musim panas 2015 lalu, pasti tak ada yang menyangka kiprah Son bisa seperti sekarang. Boleh dikatakan, Son sudah berhasil mengikuti jejak seniornya yang mengecap sukses di Premier League, yakni Park Ji-sung. 

Seperti diketahui, Park Ji-sung merupakan pemain Korea Selatan atau bahkan Asia yang bisa meraih sukses besar bersama tim sekelas Manchester United. Sekarang jejak itu sudah diikuti oleh Son lewat penampilan apiknya bersama The Lilywhite. 

Memang di awal kedatangannya, Son tidak langsung menjadi pemain kunci karena faktanya ia lebih sering dijadikan supersub. Seiring berjalannya waktu dan performa yang kian menjanjikan, Mauricio Pochettino akhirnya tak segan menjadikan Son sebagai pemain utama menemani Harry Kane di lini depan. 

Hal ini tidak disia-siakan oleh mantan pemain Hamburger SV. Perannya bersama Kane dan Dele Alli kian padu dan jadi sumber utama gol-gol Spurs di setiap pertandingan. 

Sampai sejauh ini, dirinya tercatat sudah mengemas 63 gol serta 35 assists dari 172 pertandingan, sebuah catatan yang sangat bagus bagi Asia di pentas Premier League. Lewat penampilan ciamiknya pula tanpa terasa kini Son jadi pemain yang amat penting untuk klub asal London Utara tersebut.

Saking pentingnya, tak jarang Son menjadi penentu kemenangan-kemenangan Spurs. Sebuah hal yang baru saja terjadi bulan lalu saat Kane dan Alli harus absen karena cedera dan diperkirakan baru kembali pada Maret mendatang. 

Sialnya, Son yang diharapkan bisa diandalkan harus bergabung dengan timnas Korea Selatan di Piala Asia 2019. Tanpa diperkuat tiga pemain andalan di lini depan sudah jelas, Spurs dalam keadaan timpang. 

Bisa dilihat dari tiga pertandingan yang dijalani, di mana mereka meraih satu kemenangan dan dua kali kalah dari Chelsea di Piala Liga serta Crystal Palace di Piala FA. Sialnya, dua kekalahan langsung diderita Spurs dari dua kompetisi berbeda, alhasil mereka kini hanya menggantungkan harapan meraih trofi di Liga Champions, atau Premier League. 

Baca Juga:
Sepak Terjang Joko Driyono

Beruntung pada Pochettino, Korsel tersingkir lebih cepat di Piala Asia sehingga Son bisa kembali lebih cepat. Hasilnya langsung terasa di pertandingan kontra Watford, Spurs menang 2-1 lewat sumbangan gol dari Son dan Fernando Llorente. 

Di pertandingan selanjutnya, Son tampil sebagai pahlawan lewat satu-satunya gol yang dicetak ke gawang Newcastle United. Selanjutnya, Leicester City yang jadi korban keganasan Spurs bersama Son. Spurs menang 3-1, Son menyumbang satu gol pada laga ini, diikuti Davinson Sanchez dan Christian Eriksen.

Yang terbaru, Borussia Dortmund yang merasakan efek Son setelah dihajar tiga gol tanpa balas dalam leg pertama 16 besar Liga Champions tengah pekan lalu. Kembali Son mampu mencetak satu gol di sini. 

Patut diingat, sekembalinya dari Piala Asia, Son tampil sangat tajam dengan sumbangan gol di empat laga beruntun. Ditambah, sejak Son kembali, Spurs mencatat empat kemenangan beruntun. Musim ini, pemain kelahiran Chuncheon itu telah membuat 16 gol dan sembilan assists dari 32 laga musim ini. 

Kehilangan Kane dan Alli seolah tidak berdampak apa-apa karena sejauh ini bisa ditutupi dengan kontribusi yang masif dari Son. “Dia bekerja sangat keras, terus menekan, tidak pernah menyerah baik dengan atau tanpa bola,” ujar Pochettino dikutip BBC. 

“Son seperti sebuah baterai yang terus bekerja, bekerja, dan bekerja. Dia selalu berusaha keras, memberikan 100 persen kemampuannya. Sejak datang ke sini, dia tahu apa tugasnya. Sudah jelas sekarang bahwa dia pemain yang sangat krusial di skuat. Pergerakannya sangat efektif, contoh terbaik lihat Messi, saya pikir Son punya kemampuan serupa."

Ucapan dari Pochettino memang ada benarnya. Son yang berasal dari Korea Selatan memiliki etos kerja luar biasa ciri khas pemain dari negeri ginseng. Seperti kita tahu, Park Ji-sung dulu pernah dijuluki manusia pemilik tiga paru-paru karena terus menerus berlari sepanjang 90 menit. 

Inilah yang jadi kekuatan Son selain skill dan ketajamannya membobol gawang lawan. Jika terus tampil konsisten seperti ini, bukan tidak mungkin ia bisa mencatatkan namanya sebagai pemain Asia tersukses sepanjang sejarah karena pada faktanya sekarang Son bisa menyelamatkan Spurs. 

  • DATA & FAKTA :
  • Son memulai karier ke Eropa di tahun 2009 kala direkrut Hamburger SV di usia masih sangat muda, 17 tahun.
  • Son menjadi rekor pembelian termahal klub Bundesliga, Bayer Leverkusen di tahun 2013.
  • Empat tahun kemudian, Son mencatatkan namanya sebagai pemain Asia termahal sepanjang sejarah usai dibeli Spurs seharga Rp491 miliar.

Baca Juga:
Bungkam SM, Pelita Jaya Puas

Text : Aga Buge Katiara | Photo / Video : ESPN | Editor: Andi Wahyudi | 18 February 2019

  • facebook share
  • twitter share
  • instagram connect
  • youtube connect

RELATED NEWS

QUICK NAVIGATION

Tagline

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Mahaka Media

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company