image

Evaluasi Hangtuah Setelah Gagal Total Musim Ini

Text : Aga Buge Katiara | Photo / Video : IBL | Editor: Andi Wahyudi | 19 February 2019

SPORTKU.COM

Perjalanan Hangtuah di IBL Pertamax 2018/2019 sudah dipastikan terhenti di fase reguler setelah menempati juru kunci Divisi Merah.

Memulai musim kompetisi dengan cukup baik, Hangtuah sebenarnya dianggap sebagai salah satu kuda hitam musim ini. Sayangnya, tren positif Hangtuah terhenti setelah mencatat kemenangan keenam karena berikutnya penampilan mereka seperti terjun bebas.

Bahkan, saat seri kedelapan di Yogyakarta pekan lalu sebagai laga penentu, Hangtuah tidak sekalipun mencicipi kemenangan. Alhasil, mereka harus puas menempati posisi juru kunci Divisi Merah, di bawah NSH Jakarta, Bima Perkasa Jogja, Satria Muda Pertamina, dan Prawira Bandung. 

Menanggapi hal ini, pelatih Andika Saputra, coba mengemukakan masalah yang dialami tim besutannya sehingga gagal. Bisa dikatakan ini penurunan prestasi karena musim lalu, mereka sanggup mencapai semifinal. 

Baca Juga:
Klopp Khawatir Gebrakan Bayern Muenchen

“Tahun ini kita gagal ke play off setelah terhenti sampai babak reguler ya. Banyak evaluasi pastinya dari sisi teknis dan non teknis. Banyak pengalaman yang didapat juga karena tahun ini lebih banyak cerita dibanding tahun lalu," kata Andika saat dihubungi SPORTKU.

Secara tidak langsung, coach Bedu, sapaan akrabnya, juga menyiratkan bahwa salah satu faktor yang membuat timnya buruk di saat terakhir karena pergantian pemain asing. Seperti diketahui, Hangtuah harus mengganti pemain asing mereka setelah Gary Jacobs pulang ke kampung halaman karena ibunya yang sedang sakit.

Oleh karena itu, Hangtuah mau tidak mau mencari pemain baru, yang pada akhirnya bermasalah karena ukuran tinggi badan yang melebihi aturan. “Mungkin itu salah satu alasan juga karena kami sempat bermasalah di pemain asing," tambahnya. 

“Tapi saya melihatnya ini sebagai satu kesatuan dari beberapa masalah yang ada. Saya hanya bisa katakan kita mendapat banyak pengalaman di tahun kedua yang pada faktanya jauh lebih sulit dari musim lalu. Evaluasi secara besar-besaran akan dilakukan minggu depan termasuk membahas masa depan dari seluruh pemain."

Kemudian ketika ditanya mengenai masa depannya bersama Hangtuah, Bedu mengaku belum bisa memastikan apakah musim depan masih melatih Abraham Wenas dkk. “Belum tentu saya masih melatih di sini, makanya kita tunggu keputusan manajemen seperti apa. Kontrak saya kan berakhir Agustus, tapi sampai sekarang belum tahu ke depan bagaimana,” tandas Bedu. 

Baca Juga:
Klasemen Akhir Seri Reguler, 6 Tim Melaju ke Play Off

Text : Aga Buge Katiara | Photo / Video : IBL | Editor: Andi Wahyudi | 19 February 2019

  • facebook share
  • twitter share
  • instagram connect
  • youtube connect

RELATED NEWS

Stapac Jakarta Pecundangi Satria Muda

Stapac Jakarta Pecundangi Satria Muda

IBL
El Clasico di Partai Puncak

El Clasico di Partai Puncak

IBL

QUICK NAVIGATION

Tagline

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Mahaka Media

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company