image

Sarri Keras Kepala, Chelsea Pun Terpuruk

Text : Aga Buge Katiara | Photo / Video : Evening Standard | Editor: Andi Wahyudi | 19 February 2019

SPORTKU.COM

Maurizio Sarri, pria asal Italia yang dikenal punya sifat keras kepala, bahkan ketika hasil buruk terus menerus diterima.

Ditunjuk menjadi pelatih Chelsea sejak awal musim, ekspekstasi besar mengikuti jika melihat filosofi yang dibawa olehnya. Sepak bola atraktif dan menyerang memang jadi andalan, sejak dirinya melatih Napoli melalui filosofi Sarri-ball. Ditambah, ia turut memboyong Jorginho untuk merealisasikan filosofi itu. 

Sebuah strategi yang sangat disukai oleh manajemen serta publik Stamford Bridge, mengingat selama dilatih Antonio Conte, Chelsea bermain lebih pragmatis. Awalnya tidak ada yang salah dengan skema yang diinginkan Sarri karena The Blues bisa memetik kemenangan di awal musim. 

Sampai akhirnya Tottenham Hotspur yang menghentikan laju tak terkalahkan Chelsea pada bulan November tahun lalu. Setelahnya, performa klub yang bermarkas di Stamford Bridge tersebut tidak stabil dan sering menuai hasil buruk. 

Yang lebih buruk tentu saja saat dihajar 0-4 oleh Bournemouth, tim yang di atas kertas jauh di bawah mereka. Puncaknya, tentu saja saat mereka dihancurkan Manchester City dengan skor sangat telak 0-6. 

Sebuah aib yang jelas-jelas diciptakan klub sebesar Chelsea pastinya. Dan yang terbaru, mereka baru saja dipermalukan Manchester United di Piala FA dengan skor 0-2, Selasa (19/2) dini hari. Padahal di laga itu, Chelsea tampil di depan pendukungnya sendiri. 

Hasil yang membuat tekanan kian gencar kepada Sarri. Bahkan, banyak penggemar The Blues yang memberi cemoohan sepanjang laga akibat kekalahan memalukan ini. 

Namun, dasarnya keras kepala. Sarri mengaku sama sekali tidak khawatir mengenai cemoohan dari suporter sendiri. 

Baca Juga:
Son Heung-Min Juru Selamat Spurs

“Saya khawatir tentang hasilnya, bukan cemoohan penggemar. Saya bisa pahami situasi sekarang karena hasilnya kurang baik. Kami tersingkir dari Piala FA, jadi reaksi mereka wajar," kata Sarri dikutip Soccerway.

Lebih lanjut, Sarri juga tak ingin memikirkan tekanan manajemen yang dilaporkan sudah jengah melihat hasil yang didapat Chelsea. “Masalah waktu bukan urusan saya. Saya di sini untuk bekerja dan meningkatkan semangat agresivitas bermain yang sudah hilang," ujar Sarri.

Terlalu Keras Kepala

Sifat keras kepala sepertinya sudah jadi bagian dalam diri Sarri. Hal ini pula yang membuatnya harus meninggalkan Napoli di akhir musim lalu akibat tidak sepaham dengan pemikiran Presiden klub, Aurelio De Laurentiis.

Sejak datang sampai sekarang, jika dilihat secara seksama, Sarri selalu memainkan skema serta susunan pemain yang sama tanpa adanya perubahan. Di sini masalah timbul, ia juga mengubah posisi N’Golo Kante di luar kemampuan terbaiknya sebagai gelandang jangkar demi mengakomodir hadirnya Jorginho.

Selanjutnya, formasi 4-3-3 tetap diandalkan meski hasil buruk sudah didapat. Kondisi ini sebenarnya sudah mendapat kritik karena Sarri dianggap tidak memiliki plan B.

“Saya tiba dari Naples, dan saya membawa Napoli bermain di Liga Champions tiga musim beruntun. Memang level yang ada di sini (Chelsea) sangat tinggi, tapi tidak lebih besar dibanding bersama Napoli. Justru tekanan lebih banyak di Napoli karena satu-satunya kota besar di Italia yang memiliki satu klub saja,” papar Sarri beberapa waktu lalu dilansir Sky Sports. 

“Masalah itu (taktik) bukan masalah. Saya ingin jadi orang yang sama. Saya selalu bersenang-senang dengan sepak bola yang ada di kepala saya. Yang jelas, saya tak akan mengubah pikiran dan pandangan saya. Jika berbicara tekanan, saya selalu berpikir ini pekerjaan yang punya resiko tinggi, tapi saya mencintainya,” tandasnya. 

Ungkapan di atas memperlihatkan bagaimana keras kepalanya seorang sosok pria berusia 60 tahun itu. Jika terus menerus seperti itu, bukan tidak mungkin surat pemecatan datang lebih cepat dari manajemen klub.

  • DATA & FAKTA :
  • Kekalahan telak 0-6 dari Manchester City jadi yang terbesar untuk Chelsea sejak 1991.
  • Kekalahan dari City juga yang terburuk untuk Maurizio Sarri sebagai pelatih, sebelumnya dia tidak pernah menelan kekalahan lebih dari empat gol.
  • Sejak pergantian tahun, Chelsea sudah kemasukan 13 kali di Premier League. Hanya Fulham yang punya catatan lebih buruk, kemasukan 15 kali.

Baca Juga:
Benarkah Sarri-Ball Tidak Efektif di Inggris?

Text : Aga Buge Katiara | Photo / Video : Evening Standard | Editor: Andi Wahyudi | 19 February 2019

  • facebook share
  • twitter share
  • instagram connect
  • youtube connect

RELATED NEWS

QUICK NAVIGATION

Tagline

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Mahaka Media

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company