image barry hayles (One Touch Football) barry hayles (One Touch Football)

Barry Hayles Tetap bugar dan Bermain Sepakbola di Usia 46 tahun

Text : Handy Fernandy | Photo / Video : The Sun | Editor: Andi Wahyudi | 24 February 2019

uploads/news/2019/02/hayles-yang-tak-pernah-8035620348760bc.jpg

Hayles yang Tak Pernah Tua

barry-hayles--500152fa96ccc9d
barry-hayles--525527f6de25e79
SPORTKU.COM

Barry Hayles masih bermain sepakbola di usia 46 tahun. Ia pun masih memendam cita-cita bermain di Wembley.

Barry Hayles bukanlah pesepakbola terkenal di Inggris. Ia hanya berstatus sebagai pemain medioker di mana dirinya hanya tercatat bermain selama tiga musim di Liga Primer Inggris bersama Fulham. Namun sosoknya dianggap bisa menjadi contoh sebagai olahragawan profesional lantaran di usianya yang kini menginjak 46 tahun ia masih aktif bermain.

Hayles yang tampil sebanyak 175 pertandngan dan mencetak 44 gol bagi Fulham itu masuk sebagai salah satu legenda asal London Barat tersebut lantaran dirinya berhasil membawa klub tersebut itu promosi dalam tiga musim antara tahun 1999 sampai 2001 satu itu kini hanya bermain di Windsor FC, klub amatir di Inggris yang bermain di Divisi Premier Liga Hellenic.

Meski usianya sudah lanjut, namun Hayles tetap menampilkan ketajamannya seperti saat membela Fulham di mana di musim lalu ia berhasil mencetak 12 gol dari 38 penampilannya bagi tim yang dibelanya sejak tahun 2017 lalu.

Di musim ini dirinya memang kesulitan mencetak gol. Dalam laga melawan Binfield FC beberapa pekan lalu, ia belum bisa mencetak gol di laga yang berakhir dengan skor 1-1. Alasannya sederhana, dirinya baru pulih dari cedera sehingga ia belum bisa tampil maksimal.

"Sulit bagi saya musim ini karena pada awalnya saya cedera, dan saya baru saja kembali. Saya melihat diri saya berpikir, 'Apakah saya akan bermain lagi?'" ungkap Hayles seperti dikutip dari Telegraph.

Meski demikian, mantan pemain Sheffield United, Millwall, dan Leicester City itu mengatakan belum mau pensiun. Ia mengaku masih sanggup selain itu dirinya pun mengaku bahwa masih banyak orang yang ingin agar dirinya tetap bermain di musim depan.

"Saya selalu mengatakan saya akan pensiun dulu, tetapi telepon terus berdering dan orang-orang bertanya apakah saya bisa bermain hanya satu musim lagi," ujarnya.

Baca juga
Resmi, FIFA Hukum Chelsea

Barry Hayles (One Touch Football)
barry-hayles--525527f6de25e79.jpg

Heyles pun mengungkapkan mengapa dirinya masih bermain di usia di mana pemain memilih untuk melanjutkan karir sebagai pelatih atau pekerjaan di luar sepakbola. Ia mengatakan bahwa dirinya terinpirasi dari mantan pelatihnya di Fulham, Jean Tigana yang membuat dirinya tetap bugar di usia senja sebagai pemain.

"Saya cenderung makan dengan sehat - enam hari sepekan. Saya cukup beruntung bahwa saya mempertahankan berat badan saya saat saya cedera dan saya cenderung makan banyak protein sekarang," ungkap Hayles.

"Ketika Tigana datang ke Fulham, dia melihat apa yang saya makan dan berkata ketika saya berhenti bermain saya akan memiliki perut seperti bola bowling."

"Jadi dia mendorong saya dan para pemain saya bermain dengan makan banyak berbeda. Aku makan sarapan yang lebih besar, tetapi cenderung makan lebih sedikit saat malam," sambungnya.

Pernah bermain di Liga Primer dan di kompetisi Eropa membuat Heyles kebanjiran pertanyaan, utamanya dari pemain muda yang menanyakan bagaimana rasanya bermain di level tertinggi sepakbola Inggris.

"Mereka selalu bertanya kepada saya siapa pemain terbaik yang pernah berhadapan dengan saya," ujar Hayles.

"Juga, karena saya bermain dengan banyak penggemar Manchester United dan Arsenal, mereka semua bertanya kepada saya bagaimana rasanya bermain melawan tim-tim itu," sambungnya

Selain itu, alasan Hayles masih tetap bermain di saat di mana mantan rekan setimnya sudah pensiun itu mengaku dirinya ingin menjadi inspirasi bagi pemain-pemain muda yang ingin mewujudkan cita-citanya sebagai pesepakbola profesional.

"Saya memberi tahu para pemain pemuda untuk memperlakukan setiap pertandingan seperti ini adalah yang terakhir bagi Anda. Masukkan semuanya ke dalamnya. Itu yang saya lakukan. Karena kamu tidak pernah tahu,” ujarnya.

Sebelum menutup karir, Hayles yang pernah memperkuat Timnas Jamaika sebanyak 10 kali itu mengatakan bahwa dia berkeinginan untuk bermain di Stadion Wembley yang baru. Ia yakin bersama Windsor ia dapat melakukannya karena di musim lalu tim ini mampu menebus babak perempat final FA Vase—sejenis piala FA namun untuk klub amatir.

“Ketika saya menandatangani kontrak dengan Windsor, Presiden Klub meminta Piala FA VASE, ia memberi tahu saya ini bisa menjadi kesempatan untuk sampai ke Wembley. Dia bertanya apakah saya pernah bermain di sana? Saya tidak ingin memberitahunya bahwa saya telah bermain di tempat lama, sebelum mereka merobohkannya dan membangunnya kembali. Saya tidak bisa membayangkan masih banyak yang bermain yang bisa mengatakan itu,” ujarnya.

Baca juga
Jepang Buat Medali Dari Sampah

Text : Handy Fernandy | Photo / Video : The Sun | Editor: Andi Wahyudi | 24 February 2019

  • facebook share
  • twitter share
  • instagram connect
  • youtube connect

RELATED NEWS

QUICK NAVIGATION

Tagline

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Mahaka Media

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company