image Ole Gunnar Solskjaer (FOX Sports Asia)

Ini Alasan Mengapa MU Wajib Pertahankan Solskjaer

Text : Handy Fernandy | Photo / Video : The Busby Babe | Editor: Andi Wahyudi | 24 February 2019

uploads/news/2019/02/alasan-solskjaer-wajib-dipermanenkan-5088548f15be569.jpg

Alasan Solskjaer Wajib Dipermanenkan MU

ole-gunnar-solskjaer-the-26073b6cf7c2152
SPORTKU.COM

Inilah alasan mengapa manajemen Manchester United wajib mempertahankan Ole Gunnar Solskjaer sebagai pelatih permanen.

Keputusan manajemen Manchester United yang menunjuk mantan punggawa mereka Ole Gunnar Solskjaer sebagai pelatih sementara guna menggantikan Jose Mourinho berbuah manis. Di bawah asuhan pelatih asal Norwegia tersebu, tim berjuluk Setan Merah itu berhasil memenangi 11 dari 13 pertandingan sejauh ini.

Tak heran, banyak yang menginginkan agar Solskjaer bisa dipermanenkan untuk menjadi manajer tetap bagi Manchester United di musim depan. Namun sampai artikel ini ditulis pada Minggu (24/2), manajemen klub belum juga memastikan masa depan pelatih yang dipinjam dari klub asal Norwegia, Molde itu.

Meski demikian, Solskjaer sejatinya wajib dipertahankan oleh United. Setidaknya ada empat alasan mengapa mereka harus segera memberikan sodoran kontrak alih-alih harus menunggu sampai akhir musim.

Solskjaer Telah Membuktikan Tajinya di MU

Saat sebagai pemain, Solskjaer dikenal sebagai pemain yang cerdas. Hal tersebut terlihat dari bagaimana dirinya kerap berjasa bagi MU ketika tim tersebut sedang mengalami kebuntuan. Yang paling ikonik adalah ketika dirinya mencetak gol bagi tim asal Inggris tersebut di final Liga Champions di tahun 1999 di mana golnya menjadi inspirasi bagi tim meraih gelar di ajang tersebut.

Di MU, Solskjaer pun telah menunjukan bahwa dirinya merupakan pelatih yang mampu menginspirasi anak asuhnya yang tampil buruk saat ditangani Mourinho menjelma sebagai salah satu tim yang menakutkan.

Hal tersebut dibuktikan ketika MU yang terseok-seok mampu menumbangkan tim kuat seperti Tottenham Hotspur, Arsenal dan Chelsea.

Selain dikenal sebagai pelatih yang mampu menginspirasi, Solskjaer juga mampu menciptakan taktik yang dinamis. Tercatat ia memainkan banyak varian dalam bermain dimulai dari 4-3-3. 4-4-2, 4-2-3-1 bahkan pernnah mencoba taktik 4-1-4-1.

Baca juga
Roy Hodgson Jadi Pelatih Tertua di Liga Primer Inggris

Bisa Cocok dengan Direktur Sepakbola

Sudah menjadi rahasia umum bahwa Manchester United perlu merekrut Direktur Olahraga untuk menggantikan tugas Ed Woodward yang belakangan lebih sibuk mengurusi bisnis klub ketimbang membeli pemain yang tepat bagi tim yang bermarkas di Old Trafford tersebut.

Mantan pemain United, Edwin van der Sar dikabarkan akan menjadi Direktur Olahraga MU di musim depan. Pria asal Belanda itu dianggap layak lantaran sebelumnya telah bekerja di Ajax Amsterdam di posisi serupa dan mampu menjalankan peran tersebut dengan baik.

Bila demikian, maka Solskajer akan mudah bekerja sama dengan Van Der Sar yang pernah merumput bersama. Sehingga ke depannya, akan tercipta hubungan harmonis terkait dengan perekrutan pemain yang sudah pasti akan memudahkan MU dalam mencari pemain yang tepat bagi klub.

Untuk diketahui, tugas Direktur Olahraga adalah penghubung antara keinginan pelatih dengan keuangan pemilik klub dalam rangka untuk jual beli pemain serta terkait perpanjangan atau pemutusan kontrak pemain.

Solskjaer Memenangkan Hati Pemain

Status sebagai legenda klub tentu akan membuat pemain MU secara alam bawah sadar akan menaruh rasa hormat. Akan tetapi, rasa simpati yang didapat oleh Solskjaer bukan karena statusnya itu melainkan karena kedekatan personal yang ia ciptakan kepada para pemainnya itu.

Salah satu pemain andalan MU, Paul Pogba mengatakan bahwa Solskjaer merupakan seorang yang tidak hanya menjadi pelatih tetapi merupakan rekan. Bahkan tak sungkan untuk meminta para pemainnya untuk bermain lebih bebas ketimbang saat dilatih oleh Mourinho.

Terbukti Pogba seakan lahir kembali. Pemain asal Prancis itu sukses mencetak sembilan gol dan enam assist dalam 13 pertandingan terakhirnya sejak MU dilatih oleh Solskjaer. Ia bahkan menjadi pemain paling sentral di klub tersebut.

Tak hanya Pogba, pemain lainnya seperti Victor Lindelof, Anthony Martial, dan Marcus Rashford juga mampu menunjukan peningkatan performa sejak kedatangan pelatih berusia 45 tahun tersebut.

Kebijakan dalam Transfer

Manchester United sejatinya berpeluang besar untuk mendatangkan Kalidou Koulibaly dari Napoli di bursa transfer musim dingin Januari 2019 lalu di mana kedatangan pemain asal Senegal itu dianggap sebagai solusi instan bagi klub untuk memperbaiki pertahanan.

Meski demikian, Solskjaer akhirnya memutuskan tidak membeli bek tersebut. Ia justru mempercayakan pemain muda seperti Diogo Dalot untuk diberikan kesempatan tampil lebih banyak. Singkatnya, alih-alih belanja, ia justru lebih ingin memanfaatkan pemain yang sudah ada di klub.

Hal tersebut mirip dengan apa yang dilakukan oleh Sir Alex Ferguson yang bahkan mempercayakan pemain dari akademi mereka macam David Beckham, Ryan Giggs, dll yang kemudian menjelma sebagai pemain kunci klub.

Dengan demikian, Solskjaer merupakan tipikal pelatih yang tak terlalu memaksa manajemen untuk mengeluarkan uang besar—yang menyebabkan konflik dengan manajemen seperti yang dilakukan oleh Mourinho sebelumnya.

Baca juga
Nico Hulkenberg: Rear Wing Mobil Formula 1 Seperti Parasut!

Text : Handy Fernandy | Photo / Video : The Busby Babe | Editor: Andi Wahyudi | 24 February 2019

  • facebook share
  • twitter share
  • instagram connect
  • youtube connect

RELATED NEWS

QUICK NAVIGATION

Tagline

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Mahaka Media

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company