image

Pilpres Ganggu Stabilitas Balap Nasional

Text : Suhartono | Photo / Video : Pariyono | Editor: Andi Wahyudi | 27 February 2019

SPORTKU.COM

Pilpres atau Pemilihan Presiden yang menjadi pesta demokrasi di Indonesia tak pelak berimbas pada balap nasional.

Musim politik sudah dimulai. Pemilihan pucuk kepemimpinan Negara Republik Indonesia yang digelar 5 tahun sekali ini pun kian panas. Serempak, para capres dan cawapres yang sudah diumumkan oleh KPU (Komisi Pemilihan Umum) juga kian gencar melakukan safari politik ke berbagai penjuru Tanah Air.

Partai politik (parpol) pengusung capres dan cawapres juga sudah mulai mempersiapkan bekal menuju hari-hari menegangkan pada 17 April nanti. Ya, pada tanggal tersebut memang menjadi hari libur nasional. Seluruh rakyat Indonesia akan memilih capres dan cawapres pilihannya.

Akan tetapi, musim politik lima tahunan ini ternyata juga menghadirkan dampak tersendiri bagia dunia otomotif nasional. Khususnya di lini percaturan balap.

Pengaruh ke bidang balap memang cukup dirasakan. Pasalnya, jadwal yang telah diagendakan oleh para promotor balap terpaksa harus mundur. Terutama dalam hal ini, jadwal balap yang berada di level Kejurnas (Kejuaraan Nasional).

Dari kalender balap Kejurnas yang sudah diterima tim Redaksi SPORTKU.com, bisa dicontohkan dari jadwal Indospeed Race Series (IRS). Dari lima seri yang diagendakan, putaran pertamanya baru akan dihelat pada 16 Juni mendatang. Berlanjut hingga lima seri yang akan berakhir di tanggal 17 November.

Begitu juga dengan One Pirx -ajang balap terbaru di Indonesia- yang juga baru akan dimulai pada tanggal 7 Juli. Dan seri penutupnya pada 3 November mendatang. Tak jauh berbeda dengan kalender Kejurnas Motoprix maupun agenda balap motor lainnya. Baik road race maupun motocross.

"Untuk Kejurnas IRS 2019 Insya Allah lima putaran saja supaya maksimal. Karena 2019 adalah tahun Pilpres. Jadi jadwal baru bisa dimulai setelah Pilpres. Banyak kendala-kendala. Apalagi awal Mei juga sudah mulai puasa Ramadhan," ungkap Stevi Gunardi, Event Manager Kejurnas IRS.

Alasan yang diutarakan oleh para dedengkot balap nasional memang cukup beralasan. Mereka tak mendapatkan izin dari pihak kepolisian untuk membuat keramaian alias menyelenggarakan pentas balap. Dikhawatirkan, keramaian yang mereka hadirkan akan ditumpangi oleh parpol (partai politik) pengusung salah satu capres dan cawapres.

Baca Juga
Galeri Foto: Evolusi Tampilan Yamaha M1 MotoGP, Makin Keren Gak?

Karena pada saat sekarang ini, memang banyak yang mengambil keuntungan dari beberapa event yang mampu mendatangkan banyak pengunjung. Di tengah kerumuman orang, mereka para pemangku kepentingan politik membuat orasi-orasi, menyebar poster, dan lain sebagainya untuk menarik perhatian.

Akan tetapi, hal yang berbeda dialami oleh para promotor balap non Kejurnas. Mereka yang menjadi penyelenggara balap di kategori club event masih bisa bertepuk tangan. Sebab, jadwal balap yang sudah mereka susun bisa berjalan sesuai selera.

Tak ada gangguan berarti yang dihadapi oleh para promotor balap club event. Seperti biasa, mereka tetap mendapatkan izin untuk menggelar balapan. Sulit diterima nalar. Karena pada dasarnya, gelaran balap yang mereka adakan juga tetap saja mendatangkan keramaian. Artinya, bukan hanya Kejurnas saja yang bisa ditunggangi politikus.

Lalu bagaimana club event tetap bisa dijalankan sesuai agenda mereka masing-masing? Adakah jurus andalan yang membuat pihak-pihak terkait bertekuk lutut?

"Sebenarnya semua aspek, gak cuma balap motor saja yang berdampak dengan adanya musim Pilpres. Semua cenderung memilih untuk menunggu selesai Pemilu. Menunggu kondusif, Indoclub tidak menunggu selesainya Pilpres karena persiapan kita sudah cukup matang dari jauh-jauh hari," ujar Deny Wajonk, Event Director Indoclub Championship.

"Dan juga lebih kepada penyelenggaraan kita yang berfokus di sirkuit permanen dan tertutup. Itu salah satu yang memudahkan kami karena bermain di sirkuit permanen dan tertutup secara khusus memang lebih kondusif dibanding dengan menggunakan sirkuit non permanen yang pada umumnya menggunakan fasilitas publik. Hubungannya ke perizinan instansi yang berlapis-lapis," imbuh Deny Wajonk.

Sementara itu, Jeffrey JP selaku Sekjen PP IMI (Pengurus Pusat Ikatan Motor Indonesia) menegaskan jika tidak semua jadwal Kejurnas menjadi terganggu di musim politik 2019 ini. Dirinya menyebut jika sejak Januari lalu beberapa jadwal juga sudah jalan sebagaimana mestinya.

"Sepertinya tidak seluruh event-event Kejurnas molor jadwalnya, karena beberapa jenis Olahraga Sepeda Motor & Mobil sudah berjalan sejak Januari 2019 dan mungkin memang harus disesuaikan dengan kewenangan dari instansi yang memberikan perizinan sesuai situasi dan kondisi di wilayah tersebut," ujar Jeffrey.

"Dan setahu kami masing-masing Komisi Jenis Olahraga telah berkoordinasi dan melakukan penyesuaian terhadap penyusunan Kalender Kejurnas Olahraga 2019. Di mana hampir 70 persen event-event dilaksanakan setelah Lebaran di bulan Juni 2019," tutup Jeffey kepada SPORTKU.com.

Baca Juga
Antara Dimas Ekky vs Galang Hendra, Siapa Lebih Populer?
Upaya Aprilia Lolos dari Keterpurukan Ada di Tangan Bradley Smith dan Iannone

 

Text : Suhartono | Photo / Video : Pariyono | Editor: Andi Wahyudi | 27 February 2019

  • facebook share
  • twitter share
  • instagram connect
  • youtube connect

RELATED NEWS

QUICK NAVIGATION

Tagline

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Mahaka Media

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company