image

Secercah Harapan Baru Aprilia di MotoGP 2019

Text : Suhartono | Photo / Video : MotoGP | Editor: Andi Wahyudi | 28 February 2019

SPORTKU.COM

Aprilia mengalami kekacauan. Tim pabrikan asal Italia itu tetap berada di kasta paling bawah selama berkompetisi di MotoGP.

Tahun 2015, Aprilia kembali ke MotoGP dengan upayanya sebagai tim pabrikan. Menggandeng Gresini Racing sebagai mitranya. Sayang sekali, sejak saat itu pula Aprilia tetap masuk daftar sebagai tim dengan prestasi terburuk. Posisinya sebagai tim pabrikan juga sering kali kalah saing dengan tim satelit.

Beragam upaya terus dilakukan oleh Aprilia. Termasuk usahanya dengan melakukan perubahan formasi rider. Bahkan Aprilia yang berada di bawah naungan Grup Piaggio ini juga membuat perubahan manajemen pada divisi racing. Tujuannya semata-mata untuk bisa lolos dari keterpurukan.

Sejak MotoGP 2018 belum selesai, Aprilia sudah mulai ancang-ancang untuk bisa tampil lebih apik lagi di tahun 2019. Pada seri MotoGP San Marino, Aprilia menggandeng kepala kru baru. Pietro Caprara diplot untuk menggantikan Marcus Eschenbacher yang memilih hengkang ke KTM.

Meski setuju dengan keputusan Aprilia, namun Pol Espargaro mengatakan jika ini adalah jauh dari kata ideal. Sepertinya Espargaro tak 100 persen setuju dengan jalan yang dipilih Aprilia. "Saya tidak suka berganti (kepala kru) selama musim berlangsung," ujarnya.

Namun apa daya, Espargaro hanya seorang pebalap yang terima bayaran dari Aprilia. Segala keputusan tetap mutlak menjadi idealisme Aprilia. Meski dengan satu tujuan, untuk membuat perubahan besar dengan mesin Aprilia RS-GP yang terus mengalami keterpurukan.

Romano Albesiano memasuki musim barunya di MotoGP 2019 juga akan berbagi tugas dengan Massimo Rivola. Target utama Rivola di debutnya bersama Aprilia adalah untuk membiarkan sepeda RS-GP tumbuh dengan baik. Dirinya juga akan mengambil alih pekerjaan yang bersifat non teknis. Di mana Albesiano yang merupakan Direktur Teknis dibiarkan untuk mengembangkan sepeda motor dan memberinya lebih banyak waktu dalam berkonsentrasi.

Pada tes pramusim sebelumnya di Sirkuit Sepang, Malaysia, Espargaro yang menjadi pebalap utama Aprilia menunjukkan hasil positif. Secara keseluruhan, Espargaro berada di posisi ke-7. Albesiano, sang chief engineer percaya mereka sekarang sepenuhnya kembali ke jalan yang benar.

Baca Juga
5 Atlet Gaek Tereksis, dari Rossi Hingga Buffon

"Ini musim dingin yang sangat positif. Kami mulai mengeksplorasi cara baru untuk mengembangkan sasis yang sangat menjanjikan. Dari 2016 hingga 2017 kami memutar mesin di sasis, dari 2017 hingga 2018 kami memutar sasis dan tahun ini kami telah banyak memindahkan bobot," ungkap Albesiano.

"Kami memiliki motor yang bisa lebih baik saat di tengah tikungan, yang merupakan kunci nyata untuk performa di MotoGP. Perubahan motor untuk di tengah tikungan adalah 60 hingga 70 persen tentang distribusi massa dan sisanya terkait dengan kekakuan."

Espargaro, yang sebagian besar berjuang untuk masuk posisi 10 besar di tahun lalu, juga yakin Aprilia telah membuat langkah besar. Menjadi harapan baru bagi Espargaro yang di peringkat 18 klasemen akhir dengan hanya mengantongi 44 poin dari 19 seri balapan.

"Tahun lalu adalah 100 persen tahun yang gagal. Perasaan ini mirip dengan apa yang saya miliki di akhir musim lalu ketika motor mulai bekerja dengan baik. Saya melakukan perjalanan panjang dengan sepeda di sini dan itu jelas lebih baik daripada tahun lalu," ujar Espargaro.

“Kami terus melakukan pergantian rem yang baik, kami memperoleh perputaran motor dengan throttle, yang tidak kami miliki tahun lalu, dan posisi saya pada sepeda jauh lebih baik. Juga, tahun lalu konsumsi ban belakang kami terlalu tinggi, tetapi tahun ini lebih baik," jelas pebalap asal Spanyol itu.

“Power! Ini adalah permintaan utama saya, kami membutuhkan lebih banyak daya dan lebih banyak rpm dan kami perlu meningkatkan elektronik karena segera setelah Anda mendapatkan lebih banyak daya Anda memiliki masalah dengan kontrol traksi dan segalanya."

Sementara itu, Albesiano juga kembali memberikan angin segar untuk Espargaro. Dia mengatakan mesin yang lebih kuat sedang dalam perjalanan menuju kompetisi baru di MotoGP 2019.

“Kamu tidak pernah memiliki kekuatan yang cukup! Aleix melakukan lap terbaiknya di sini dengan mesin yang telah melakukan banyak putaran kilometer dan kami memiliki sesuatu yang lebih baik untuk balapan pertama. Saya pikir kami bisa jauh lebih kuat musim ini. Saya bisa berkonsentrasi pada sisi teknis, itulah yang saya sukai," pungkas Albesiano.

Baca Juga
Jenjang Balap AHRT Yang Terstruktur, Lahirkan Pebalap Dunia
Galeri Foto: Intip Gaya Cewek Cantik Paris van Java

  • DATA & FAKTA :
  • Sebelum 2019 berjalan, Romano Albesiano adalah satu-satunya orang yang menjabat sebagai insinyur dan manajer di tim pabrikan MotoGP.
  • Selain mendatangkan Rivola, Aprilia di MotoGP 2019 juga akan mulai bekerjasama dengan Andrea Iannone yang merupakan mantan pebalap pabrikan Ducati dan Suzuki. Iannone hadir menggantikan Scott Redding yang didepak Aprilia.
  • Aleix Espargaro mencapai rekor baru dengan Aprilia. Hingga MotoGP 2020, Espargaro akan membalap dengan Aprilia selama 4 tahun. Ini menjadi kontrak terlama Espargaro dengan tim pabrikan MotoGP.

Text : Suhartono | Photo / Video : MotoGP | Editor: Andi Wahyudi | 28 February 2019

  • facebook share
  • twitter share
  • instagram connect
  • youtube connect

RELATED NEWS

QUICK NAVIGATION

Tagline

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Mahaka Media

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company