image Priscilla Hertati Lumban Gaol vs Angelie Sabanal (ONE Championship) Priscilla Hertati Lumban Gaol vs Angelie Sabanal (ONE Championship)

Atlet ONE Championship Merayakan ‘International Women’s Day’

Text : Handy Fernandy | Photo / Video : ONE Championship | Editor: Andi Wahyudi | 9 March 2019

uploads/news/2019/03/atlet-onefc-rayakan-women-s-27602252f36bc40.jpg

Atlet ONEFC Rayakan Women's Day

priscilla-hertati-lumban-gaol-655197730fa6fc3
priscilla-hertati-lumban-gaol-94219d790e24cf2
SPORTKU.COM

Hari Wanita Internasional atau The International Women’s Day diperingati setiap 8 Maret, termasuk pula para petarung ONE Championship Indonesia.

Hari Wanita Internasional atau The International Women’s Day diperingati di seluruh dunia setiap 8 Maret. Perayaan ini dilakukan sebagai bentuk merayakan pencapaian sosial, ekonomi, budaya dan politik dari para wanita.

Para petarung seni bela diri campuran (MMA) asal Indonesia yang bergabung di ajang ONE Championship juga ikut merayakan The International Women’s Day, termasuk mereka para petarung pria.

Anthony “The Archangel” Engelen, salah satu atlet kebanggaan Indonesia yang akan bertanding pada ajang ONE: A NEW ERA di Jepang untuk pertama kalinya pada akhir Maret 2019 mendatang itu mengatakan bahwa tiap individu, terlepas dari gender, harus dapat membuktikan diri mereka sendiri.

“Lelaki atau perempuan, bagi saya, tidak ada bedanya. Jika ia memiliki kemampuan dalam bidangnya, orang lain harus memberikan apresiasi yang sesuai; seperti gaji yang cocok, atau respek, atau apapun itu,” kata Anthony.

“Bagi saya, hal ini sangat sederhana: jika anda bekerja untuk sesuatu hal, anda harus menerima reward. Terkait dengan para wanita di dunia MMA, saya pribadi berterima kasih untuk kehadiran Ronda Rousey [atlet MMA profesional] yang telah membuka jalan bagi para wanita,” sambungnya.

Ia juga menjelaskan bahwa banyak hal yang terjadi dengan para wanita di dunia MMA, termasuk hadirnya banyak sosok panutan dalam berbagai organisasi, termasuk ONE Championship. Ia memberikan apresiasi tertinggi bagi para atlet wanita ini.

Baca juga
Pelajaran Berharga bagi Yohan Legowo

“Saya pikir tiap petarung wanita harus menjadi sosok panutan bagi para wanita lain di dunia, karena mereka sangat luar biasa,” kata Anthony.

“Jika saya melihat diri saya sendiri, kadang saya juga berlatih dengan para wanita di gym, dan saya dapat mengatakan ini: mereka memukul sama kerasnya. Mereka tidak perduli akan apapun, dan mereka akan mengalahkan anda,” sambungnya.

Sementara itu, petarung wanita andalan Indonesia, Priscilla Hertati “Thathie” Lumban Gaol mengatakan bahwa kunci kesuksesan seorang wanita dalam berkarir terlihat dari mental mereka dalam menghadapi persoalan.

“Sosok perempuan bukan hanya tentang kecantikan paras dan kemolekan tubuh. Kami harus memiliki kualitas diri yang tangguh agar tetap bertahan dalam persaingan yang semakin kompetitif seperti sekarang,” kata juara nasional wushu ini.

“Setiap wanita sukses, entah itu dalam hal karir atau pun dalam rumah tangga, harus memiliki karakter yang tangguh, serta tidak mudah jatuh dalam menyelesaikan setiap persoalan yang ada. Mereka juga harus cerdas, mandiri, serta tidak berharap dan bergantung kepada siapapun,” tegasnya.

Petarung berusia 30 tahun ini juga mengatakan bahwa para wanita harus mengenali diri mereka sendiri untuk dapat berkarya dalam kehidupannya.

“Jangan terlalu terperangkap oleh norma tradisional (adat). Jika ingin menjadi atlet, anda harus mengetahui fungsi diri anda sendiri. Begitu juga saat menjadi atasan atau bahkan menjadi seorang ibu rumah tangga. Semua orang memiliki hak yang sama kok. Tidak usah merasa berbeda,” ujar Priscilla.

Pendapat ini juga didukung oleh salah satu atlet wanita Indonesia yang saat ini sedang berusaha masuk ke dalam organisasi beladiri terbesar di dunia, ONE Championship, melalui rangkaian seri ONE WARRIOR SERIES 4, Gita Suharsono. Ia pun memberikan sedikit pemikirannya mengenai wanita dalam dunia MMA.

“Para atlet wanita di MMA menghadapi banyak tantangan. Saya dapat menyaksikan bahwa kami bekerja dua kali lipat untuk mendapatkan penghargaan yang sama seperti rekan-rekan pria saya,” ungkap Gita.

“Saya selalu menegaskan bahwa walaupun saya seorang perempuan, saya tidak akan berhenti berlatih keras seperti para atlet pria.”

“Saya memberikan seluruh kemampuan saya karena ini adalah hal yang ingin saya lakukan. Butuh waktu bagi orang-orang disekitar saya untuk menyadari bahwa ini adalah sesuatu yang ingin saya lakukan,” sambungnya.

Pada akhirnya, ia melanjutkan, tiap wanita harus menyadari bahwa tidak ada batasan sama sekali untuk apa yang ingin mereka lakukan. Para wanita ini memiliki kemampuan untuk berkembang dan mencapai hal-hal luar biasa, dengan berbekal keinginan yang kuat dan determinasi tinggi.

Baca juga
Mengenal Rudy “The Golden Boy” Agustian

Text : Handy Fernandy | Photo / Video : ONE Championship | Editor: Andi Wahyudi | 9 March 2019

  • facebook share
  • twitter share
  • instagram connect
  • youtube connect

RELATED NEWS

Harapan Petarung ONEFC Terkait Pemilu

Harapan Petarung ONEFC Terkait Pemilu

ONE CHAMPIONSHIP
Bela Diri yang Dipelajari Priscilla

Bela Diri yang Dipelajari Priscilla

ONE CHAMPIONSHIP
Atlet ONEFC Kampanyekan Kebersihan Lingkungan

Atlet ONEFC Kampanyekan Kebersihan Lingkungan

ONE CHAMPIONSHIP
Mengenal The Golden Boy

Mengenal The Golden Boy

ONE CHAMPIONSHIP

QUICK NAVIGATION

Tagline

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Mahaka Media

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company