image Yohan Mulia Legowo  (One Championship)

Dukung Tagar #ChallengeForChange, Atlet ONE Championship Ajak Penggemar Kurangi Sampah

Text : Handy Fernandy | Photo / Video : One Championship | Editor: Andi Wahyudi | 19 March 2019

uploads/news/2019/03/atlet-onefc-kampanyekan-kebersihan-52014b9fbf94400.jpg

Atlet ONEFC Kampanyekan Kebersihan Lingkungan

stefer-rahardian-one-championship--589258c272d1336
SPORTKU.COM

Atlet MMA andalan Indonesia yang bertarung di ajang ONE Championship ajak penggemarnya ikut gerakan kurangi sampah lewat tagar #ChallengeForChange.

Saat ini, banyak orang melakukan berbagai inisiatif untuk menanggulangi permasalahan sampah, termasuk kehadiran tagar #ChallengeForChange yang digagas pengguna media sosial untuk mengajak sesama warga membersihkan sampah di lingkungan sekitar mereka.

Para partisipan menyertakan gambar yang menunjukkan perbedaan sebelum dan setelah gerakan bersih-bersih dilakukan dalam akun media sosial mereka dengan tagar ini.

Dalam beberapa kiriman warganet, berbagai foto sudah menunjukan keberhasilan gerakan tersebut dalam membersihkan sampah. Kampanye ini pun ditanggapi positif oleh atlet ONE Championshipdalam upaya meningkatkan kesadaran warga terkait pentingnya mengurangi sampah, serta dampak yang mungkin terjadi jika bumi ini dipenuhi dengan sampah.

Stefer “The Lion” Rahardian, atlet mixed martial arts (MMA) yang bernaung di bawah Bali MMA, percaya bahwa gerakan sekecil apapun dari masyarakat akan memiliki dampak sangat besar apabila dilakukan secara bersama-sama dan berkelanjutan.

Ia pun mengajak para penggemar MMA secara khusus untuk turut berpartisipasi dalam kampanye ini.

“Jauh sebelum marak tagar tersebut, kami di Bali MMA sudah sering melakukan kegiatan memungut sampah bersama. Kami memulainya sekitar tahun 2016,” jelas Stefer.

Atlet berusia 32 tahun ini, bersama rekan-rekannya di Bali MMA, mengaku sering mengunjungi berbagai pantai di Pulau Dewata, termasuk Pantai Berawa dan Canggu. Selain untuk menikmati pemandangan, mereka sering surfing untuk melepas penat.

Baca juga
5 Fakta Baru di TTI

Keinginan untuk melihat pantai yang bebas dari sampah mendasari gerakan tersebut, dengan menggandeng komunitas lain serta warga setempat yang peduli dengan lingkungan.

“Bali terkenal akan pantainya, tapi sangat menyedihkan ketika kita melihat banyak sampah. Bagaimana kita bisa menikmatinya?” kata Stefer.

Selain memungut sampah-sampah yang berserakan, atlet divisi strawweight ini pun telah membiasakan diri untuk mengurangi konsumsi plastik ketika berbelanja.

Hal ini dilakukannya dengan membawa kantong belanja yang lebih ramah lingkungan. Ia pun memuji gerakan dari toserba atau supermarket yang menyediakan kantong plastik ramah lingkungan.

“Ini gerakan bagus karena plastik memang harus dibatasi jumlahnya, termasuk juga sedotan. Banyak hewan laut terdampar karena memakan sampah plastik, jadi memang sudah seharusnya [dibatasi],” ujarnya.

Hal serupa diungkapkan Yohan “The Ice Man” Mulia Legowo, atlet veteran asal Solo yang juga merupakan pendiri dari Han Fighting Academy.

Menurutnya, menjaga lingkungan bisa dimulai dari hal-hal kecil dan sederhana seperti tidak membuang sampah sembarangan.

Atlet yang baru saja menghadapi Phoe “Bushido” Thaw asal Myanmar dalam pertandingan divisi featherweight di ONE: REIGN OF VALOR ini selalu menekankan pentingnya kedisiplinan pada orang-orang terdekatnya.

Menurutnya, membuang sampah pada tempatnya, atau tidak membuang-buang sisa makanan adalah nilai-nilai kedisiplinan yang selaras dengan yang ada dalam ilmu seni beladiri.

“Yang saat ini dapat saya lakukan adalah dengan menekankan kedisiplinan untuk murid-murid saya agar tidak membuang sampah sembarangan,” ujarnya.

“Saya pun mulai untuk menyimpan kantong belanja yang disediakan oleh supermarket. Jadi bisa saya pake lagi kalo nanti belanja.”

Indonesia saat ini dianggap sebagai salah satu negara penghasil sampah laut terbesar di dunia.

Berdasarkan penelitian dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), jumlah sampah plastik di laut diprediksi akan lebih banyak dibandingkan jumlah ikan pada tahun 2050, jika tidak ada gerakan positif untuk menanggulangi permasalahan tersebut.

Baca juga
PENA Sukseskan FDR Day 2019

Text : Handy Fernandy | Photo / Video : One Championship | Editor: Andi Wahyudi | 19 March 2019

  • facebook share
  • twitter share
  • instagram connect
  • youtube connect

RELATED NEWS

QUICK NAVIGATION

Tagline

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Mahaka Media

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company